Tabrak Lari, Kapolres : Bukan Rombongan Polisi, Pengacara Bantah

Kamis, 26 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus tabrak lari merenggut nyawa Selvi Amalia Nuraeni | Instagram

Kasus tabrak lari merenggut nyawa Selvi Amalia Nuraeni | Instagram

Zonafaktualnews.com – Kasus tabrak lari yang merenggut nyawa Selvi Amalia Nuraeni, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Suryakencana Cianjur, diungkap polisi.

Kejadian itu berawal saat korban tengah mengendarai sepeda motor Honda Beat di Jalan Raya Bandung-Cianjur

Tepatnya di Kampung Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Jumat, 20 Januari 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat itu korban yang sedang dalam perjalanan dari arah Bandung menuju Cianjur terlibat kecelakaan dengan mobil.

Kasus kecelakaan ini viral setelah sebuah akun Instagram Yudi_Junaidi menyebut bahwa mobil yang menabrak korban adalah salah satu dari mobil rombongan yang mengawal pejabat kepolisian dari Jakarta.

Terkait viralnya pelaku tabrak lari adalah bagian dari iring-iringan mobil polisi, Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan membantah hal itu.

Doni mengatakan, saat korban melintas, ada iring-iringan mobil yang datang dari arah berlawanan. Karena iring-iringan mobil itu, mobil angkot yang ada di depan sepeda motor korban berhenti untuk menepi.

BACA JUGA :  Pemuda Mabuk Tabrak Lari Pemulung di Makassar hingga Kritis

Korban yang jaraknya dekat dengan mobil angkutan umum mengerem mendadak sehingga sepeda motornya terjatuh.

“Korban sempat menabrak bagian belakang angkot, tidak kencang tetapi membuat korban terjatuh. Posisi sepeda motor jatuh ke kiri sedangkan tubuh korban terjatuh ke arah kanan,” ujar Doni Hermawan di Polres Cianjur, Rabu (25/1/2023).

Menurut Doni, korban terlindas ban bagian kanan dari salah satu mobil yang datang dari arah berlawanan. Dia mengatakan, mobil itu bukan mobil polisi.

“Diduga mobil itu secara liar mengikuti iring-iringan, jadi bukan bagian dari rombongan polisi,” ujar dia.

Dia menyebut mobil tersebut sempat dikejar oleh salah seorang pengendara yang berada di lokasi.

BACA JUGA :  Viral, Mahasiswi Tewas Tertabrak Rombongan Pejabat Polisi

“Sempat dikejar dan diberhentikan oleh warga, isi mobil itu ada tiga orang. Laki-laki, perempuan dan seorang anak. Tapi dilepas lagi oleh yang mengejar tanpa mencatat identitasnya. Ini kami masih dalami,” kata dia.

Polisi sudah mengantongi ciri-ciri mobil yang diduga melindas korban hingga tewas. Mobil yang diduga melintas itu merupakan mobil mewah merek Audi.

“Kami masih dalami, mobil yang diduga melindas korban kita sedang telusuri. Secepatnya kami ungkap kecelakaan ini,” kata dia.

Namun keterangan dari pihak kepolisian tersebut dibantah keluarga korban melalui kuasa hukumnya.

Yudi Junadi, kuasa hukum sekaligus dosen hukum di FH Unsur Cianjur menjelaskan bahwa fakta yang disampaikan polisi bertolak belakang dengan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan.

“Tidak ada itu mobil merek Audi di lokasi kejadian. Kami sudah mengumpulkan bukti yang menabrak adalah mobil anggota iring-iringan pejabat kepolisian,” ujar Yudi.

BACA JUGA :  Terkuak, Kompol D Punya Hubungan Gelap dengan Wanita Lain

Yudi membeberkan bukti dari CCTV di beberapa titik. Dia menduga mobil penabrak adalah jenis Innova warna hitam.

“Ada goresan bekas gesekan di bemper bagian depan sebelah kanan. Mobil tersebut ikut rombongan, bahkan terparkir di TKP kasus Wowon Serial Killer di Kampung Babakan Mande, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur,” ujar Yudi.

Yudi mengatakan, pihaknya menghormati proses hukum dan sangat memuliakan polisi yang sedang melakukan tugas negara.

“Namun, jangan menutup-nutupi fakta sebenarnya yang telah terjadi,” kata dia.

Pihak keluarga pun mengaku sudah mengikhlaskan kematian Selvi. Namun, keinginan keluarga, agar kasus ini tetap diusut tuntas.

“Kami hanya ingin kasus ini diusut tuntas siapapun pelakunya, mau anggota polisi atau bukan,” ujar Eva Fatimah, 36 tahun, bibi korban.

Editor : Isal

Berita Terkait

Sempat Pamer Mesra, Selebgram Clara Shinta Bongkar Borok Suami “Mokondo”
Heboh, Oknum Ekspedisi dan Wanita Bercadar di Makassar Kepergok Selingkuh
Viral Video 7 Menit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Link dari Kebun ke Dapur Diburu Netizen
Usai Viral Joget dan Pamer Rp6 Juta per Hari, Pengelola SPPG Minta Maaf
Perwira Polisi di Kendari Digerebek Istri Bersama Wanita Lain di Homestay
Link Video Kebaya Hitam No Sensor Ramai Dicari, Jejak Kebaya Merah Kembali?
Heboh, Netanyahu “Bangkit dari Kubur” Lalu Ngopi, Video Diduga Rekayasa AI
Video Live 7 Menit Viral di TikTok, Oknum Kades Balangan Akui Pemeran Pria

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:03 WITA

Sempat Pamer Mesra, Selebgram Clara Shinta Bongkar Borok Suami “Mokondo”

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:42 WITA

Heboh, Oknum Ekspedisi dan Wanita Bercadar di Makassar Kepergok Selingkuh

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:15 WITA

Viral Video 7 Menit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Link dari Kebun ke Dapur Diburu Netizen

Kamis, 26 Maret 2026 - 00:46 WITA

Usai Viral Joget dan Pamer Rp6 Juta per Hari, Pengelola SPPG Minta Maaf

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:46 WITA

Perwira Polisi di Kendari Digerebek Istri Bersama Wanita Lain di Homestay

Berita Terbaru