Polres Sinjai Hanya Jual Janji, Gagal Tuntaskan Kasus Korupsi Ceklok?

Kamis, 13 Maret 2025 - 03:36 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Polres Sinjai Hanya Jual Janji, Gagal Tuntaskan Kasus Korupsi Ceklok?

Aktivis antikorupsi Sinjai, Musadaq

Zonafaktualnews.com – Polres Sinjai kembali menjadi sorotan publik setelah dianggap gagal menuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan sistem absensi sidik jari (Ceklok) di Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Kasus yang menyeret nama Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, ini dinilai berjalan di tempat tanpa kejelasan.

Sejak bergulir tahun lalu, penyelidikan kasus ini tampak stagnan. Dalam konferensi pers akhir 2024, Kasatreskrim Polres Sinjai sempat berjanji akan mengumumkan tersangka pada awal 2025.

Namun, hingga Maret 2025, belum ada satu pun tersangka yang ditahan, meskipun pihak kepolisian telah memeriksa ratusan bendahara sekolah.

BACA JUGA :  PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Situasi ini memicu gelombang kekecewaan dari aktivis antikorupsi di Sinjai. Musadaq, salah satu pegiat antirasuah, mengecam lambannya penanganan kasus ini dan menuntut transparansi dari aparat penegak hukum.

“APH harus transparan ke publik terkait semua proses hukum yang sedang berjalan. Jangan ada upaya menutup-nutupi. Kami menuntut keseriusan APH dalam menyelesaikan kasus ini jika masih ingin membangun kepercayaan publik,” ujar Musadaq, Rabu (12/3/2025).

Alih-alih memberikan kejelasan, aparat kepolisian tampak memilih bungkam. Kasatreskrim Polres Sinjai, AKP A. Rahmatullah, enggan berkomentar saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus ini.

BACA JUGA :  Skandal Hibah Rp22 M Meletup, Sekda-TAPD Diperiksa, Bupati Sinjai Akan Menyusul?

Hal serupa juga disampaikan Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Sahabuddin, yang mengaku belum mendapat informasi terbaru dari tim Reskrim.

Sebelumnya, dalam konferensi pers pada Jumat (7/2/2025), Polres Sinjai sempat memaparkan bahwa mereka telah memeriksa 291 bendahara sekolah serta mantan Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Andi Jefrianto Asapa.

Namun, saat wartawan menanyakan keterlibatan seorang berinisial “R,” yang disebut-sebut sebagai tangan kanan Andi Jefrianto saat menjabat Kadisdik, Kasatreskrim terlihat enggan menjawab dan menyerahkan mikrofon ke Kanit Tipikor.

BACA JUGA :  Anggaran Program MBG di Sinjai Diduga Di-Mark Up, Mahasiswa Desak Polisi Selidiki

Publik kini mempertanyakan komitmen Polres Sinjai dalam menangani kasus ini. Apakah kepolisian benar-benar serius atau hanya sekadar menjual janji tanpa realisasi?

Kejelasan dan langkah tegas sangat dinantikan agar kasus ini tidak menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di Sinjai.

 

 

(SB/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Karhutla Tak Ditetapkan Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut RI Masih Sanggup
Gunung Latimojong Enrekang Mencekam, Api Karhutla 7 Hari Belum Padam
2 Kali Ngumpet dari Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa
Gudang Sabu Berkedok Salon di Makassar Digerebek Polisi, 4 Orang Diciduk
Istana Presiden Yaman Diberondong Rudal Houthi, 5 Tewas dan 16 Luka-luka
Merinding, Langit Palangka Raya Berubah Oranye Pekat Bak Film Kiamat
Perang Kelompok Rajawali vs Kokolojia di Makassar Pecah, 1 Pemuda Tewas
Perang Kelompok di Ablam Makassar Telan Korban, Pria Cari Cucu Malah Tewas