Pilu SPMB 2025, Siswa SMAN Berprestasi di Makassar Tersingkir karena Tak Punya Ordal

Jumat, 25 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Disdik Sulsel

Kantor Disdik Sulsel

Zonafaktualnews.com – Penerimaan siswa baru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 kembali menyisakan luka bagi ribuan calon siswa dan orang tua di Kota Makassar.

Meski mencatatkan nilai akademik yang tinggi dan memiliki segudang prestasi, banyak di antara mereka justru gagal masuk ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) favorit hanya karena satu alasan: tak memiliki orang dalam alias ordal.

Fenomena ini kembali mencuat saat pendaftaran di sejumlah SMAN di Makassar. Di SMA Negeri 12 Antang, Kecamatan Manggala, misalnya, aksi protes warga sempat memanas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah orang tua menutup jalan dan berteriak di depan sekolah, menuntut keadilan. Ironisnya, setelah aksi tersebut viral, barulah pihak sekolah “membuka” solusi jalur masuk, meski sebelumnya pihak sekolah menyatakan bahwa kuota telah penuh.

BACA JUGA :  Proyek Mini Soccer Disdik Sulsel Gagal Rampung, Anggaran Rp1,88 Miliar Jadi Sorotan

“Aneh bin ajaib, katanya sudah penuh, tapi bisa juga masuk setelah protes,” ujar Hasan, warga Antang yang anaknya tak diterima meski nilainya memenuhi syarat.

Hasan mengaku telah menunggu janji dari kepala sekolah selama berminggu-minggu, namun tak kunjung ada kepastian.

Kasus ini tidak terjadi di satu sekolah saja. Sejumlah orang tua di berbagai kecamatan menyampaikan keluhan serupa.

Mereka merasa sistem satu pintu yang diterapkan justru membuka celah bagi praktik-praktik tertutup, di mana siswa tanpa akses atau dekkeng kuat harus mengalah, sementara yang punya ordal bisa mulus diterima.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Rp 4,58 Miliar, Disdik Sulsel Didemo Mahasiswa

“Anak saya nilainya tinggi, prestasi ada, tapi tetap tidak lolos. Padahal ada teman sekompleks yang nilainya lebih rendah, tapi diterima karena kenal orang dalam,” keluh seorang ibu yang enggan disebut namanya.

Pernyataan dari pihak Dinas Pendidikan Sulsel pun menambah kebingungan. Beberapa hari lalu, mereka menyatakan bahwa siswa yang tidak lolos akan diarahkan ke sekolah swasta.

Kenyataan di lapangan menunjukkan masih ada siswa “tiba-tiba” diterima di sekolah negeri, padahal pendaftaran telah ditutup.

BACA JUGA :  PPDB 2023 Sulsel Kacau Balau, Server Rp 2 Miliar Error

Sejumlah kepala sekolah yang dihubungi secara terpisah bahkan mengakui bahwa tambahan kuota bisa dibuka melalui komunikasi khusus dengan pejabat di tingkat provinsi, seperti Kabid SMA.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar atas integritas sistem penerimaan siswa yang seharusnya transparan dan adil.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Najmuddin, belum memberikan respons saat dikonfirmasi, Kamis (24/7/2025).

Hingga berita ini diterbitkan, misteri “satu pintu” dalam SPMB 2025 masih belum sepenuhnya terjawab, meninggalkan keresahan mendalam di tengah masyarakat yang berharap pendidikan bisa diakses secara adil.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, BMKG Ingatkan Banjir dan Gelombang Tinggi
Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru