Ringkasan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merespons penghinaan melalui meme dengan meminta penilaian diserahkan kepada Tuhan. Ia mengatakan telah memaafkan pihak-pihak yang menghina dirinya dan mendoakan agar mereka sadar serta kembali ke jalan yang benar.
Bahlil juga menginstruksikan Angkatan Muda Partai Golkar untuk mencabut laporan terhadap para penghina setelah ada permintaan maaf. Sikapnya digambarkan sebagai ajakan untuk bersabar, toleran, dan tidak memperpanjang kesalahan yang sudah diakui.
Zonafaktualnews.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menunjukkan sikap luar biasa dalam menanggapi penghinaan yang diterimanya melalui meme.
Bahlil menegaskan bahwa manusia tidak seharusnya menilai orang lain melebihi kapasitasnya.
“Belum tentu orang yang tampan memiliki kecerdasan, dan belum tentu mereka yang fisiknya tidak sempurna memiliki pemikiran yang buruk. Hanya Allah yang mengetahui kemuliaan setiap manusia di muka bumi,” kata Bahlil, Jumat (24/10/2025).
- Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi
- Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?
- Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand
- LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal
- Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda
Bahlil menekankan pentingnya menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada Tuhan, dan memilih memaafkan pihak-pihak yang telah menghina dirinya.
Ia bahkan mendoakan agar mereka diberi kesadaran dan kembali ke jalan yang benar.
“Saya memaafkan. Semoga Allah memberikan kesadaran bagi saudara-saudara saya yang mungkin salah langkah. Semoga mereka kembali ke jalan yang lurus,” ujarnya.
Tidak hanya berhenti pada sikap pribadi, Bahlil juga mengambil langkah konkret dengan menginstruksikan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) untuk mencabut laporan terhadap para penghina.
“Saya sudah bicara dengan Sekjen dan anak-anak. Kita manusia, pasti ada spontanitas dan kesalahan. Setelah ada permintaan maaf, kita hentikan. Allah saja memaafkan hamba-Nya yang meminta maaf, apalagi kita manusia,” tambah Bahlil.
Dengan sikap ini, Bahlil memperlihatkan ketenangan dan kemuliaan hati, sekaligus mengingatkan pentingnya kesabaran, toleransi, dan menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada Tuhan.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok




















