Jakarta-Medan Penuh Coretan ‘Adili Jokowi’, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Selasa, 4 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Coretan Adili Jokowi Merebak di Sudut-sudut kota Jakarta dan Medan (Ist)

Coretan Adili Jokowi Merebak di Sudut-sudut kota Jakarta dan Medan (Ist)

Zonafaktualnews.com – Coretan dinding bertuliskan “Adili Jokowi” kembali marak menghiasi sudut-sudut Kota Jakarta dan Medan, Sumatera Utara.

Fenomena ini memunculkan spekulasi politik yang tak bisa diabaikan, terutama setelah nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, masuk dalam daftar nominasi finalis tokoh kejahatan terorganisasi dan terkorup 2024 versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai coretan tersebut merupakan bentuk ekspresi ketidakpuasan publik terhadap kinerja Jokowi.

“Ini bisa dimaknai sebagai sinyal kekecewaan atas penyelenggaraan Pemilu 2024, di mana Jokowi diduga kuat melakukan intervensi,” ujar Dedi kepada wartawan, Senin (3/2/2025).

Menurut Dedi, indikasi kekecewaan publik juga mencuat dari dugaan adanya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang terselubung di lingkaran kekuasaan Jokowi.

“Banyaknya jabatan elite yang diisi karena faktor kontribusi politik menunjukkan adanya pola yang patut dipertanyakan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Dugaan Nepotisme, Jokowi, Anwar, Gibran dan Kaesang Dilaporkan ke KPK

Dedi mencontohkan kasus terbaru terkait sertifikat laut dalam Program Strategis Nasional (PSN) yang berpotensi menjadi ladang korupsi besar-besaran.

“Kasus ini bisa menjadi acuan untuk mendesak proses hukum terhadap Jokowi,” tegas pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Namun, Dedi menekankan bahwa desakan untuk mengadili Jokowi bukan berarti harus berujung pada hukuman.

“Tujuannya lebih kepada membuka tabir, apakah Jokowi berkuasa secara kriminal atau tidak. Ini soal transparansi dan akuntabilitas publik,” jelasnya.

BACA JUGA :  Sidang Tipikor Sebut Menhub Budi Karya Kumpulkan Rp5,5 Miliar untuk Jokowi

Selain di Jakarta, coretan serupa juga terlihat di sejumlah titik strategis di Medan, seperti Jalan Jamin Ginting, Jalan Ngumban Surbakti, Jalan Setia Budi, Jalan Wiliam Iskandar, dan Jalan Sutrisno.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa ketidakpuasan publik terhadap Jokowi tak hanya terbatas di ibu kota, tetapi juga meluas ke daerah-daerah lain.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, BMKG Ingatkan Banjir dan Gelombang Tinggi
Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru