Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo menandatangani piagam Dewan Perdamaian pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (AP Photo/Markus Schreiber)

Prabowo menandatangani piagam Dewan Perdamaian pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (AP Photo/Markus Schreiber)

Zonafaktualnews.com – Keputusan Presiden RI Prabowo Subianto bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai sorotan.

Sorotan tersebut datang dari sejumlah netizen yang mempertanyakan arah kebijakan luar negeri pemerintah, terutama terkait penggunaan dana negara yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

Di media sosial, keputusan itu bahkan disebut-sebut sebagai langkah yang menempatkan Indonesia ke dalam barisan “anak buah” Trump.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah netizen mempertanyakan konsistensi janji politik Prabowo yang sebelumnya kerap menegaskan tidak tunduk pada asing.

“Katanya tidak tunduk sama asing, kok sekarang malah gabung. Ini malah jadi antek ?” tulis salah satu netizen menanggapi keputusan Prabowo bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, Kamis (29/1/2026).

Komentar bernada kritik pun terus bermunculan.

BACA JUGA :  Ustaz Derry Sulaiman dan Cakra Barani Gaungkan Lagu “Victory” untuk Gaza

“Rakyat disuruh sabar, negara malah keluarin triliunan buat forum luar negeri,” timpal netizen lainnya.

“Kalau benar sukarela, kenapa kesannya Indonesia harus bayar mahal?” tulis akun lain.

“Ini perdamaian Gaza atau Prabowo cari aman?” sindir warganet.

“Kalau ujungnya Israel tetap bebas menyerang, buat apa ikut dewan beginian?” tulis komentar lainnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menjelaskan, keikutsertaan Indonesia dinilai sebagai tindakan konkret yang realistis untuk memastikan mekanisme Dewan Perdamaian dapat berjalan sesuai tujuan awalnya.

“Presiden memutuskan untuk ikut berpartisipasi,” ujar Sugiono dalam konferensi pers usai rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

BACA JUGA :  Geng Mulyono Diuntungkan dari Kekacauan Demo, Prabowo Diminta Ganti Kapolri

Sugiono mengungkapkan, negara-negara yang memilih berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian Gaza diundang untuk memberikan kontribusi dana lebih dari USD 1 miliar atau setara Rp16,7 triliun.

Meski demikian, ia menegaskan tidak terdapat kewajiban mutlak bagi setiap negara untuk menyetor dana tersebut.

Negara yang memberikan kontribusi akan memperoleh status sebagai anggota tetap selama tiga tahun.

“Kalau satu negara ikut berpartisipasi membayar, itu artinya dia menjadi anggota permanen,” kata Sugiono.

Menurutnya, dana yang dihimpun akan difokuskan pada pemulihan kondisi Gaza serta kebutuhan rekonstruksi pascakonflik.

“Rekonstruksi ini siapa yang bayar? Uangnya dari mana? Karena itu negara-negara yang diundang diajak berpartisipasi,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kejahatan Zionis Israel, Korban Tewas di Gaza Capai 4.469 Orang

Meksi begitu, kontribusi dana tersebut bersifat sukarela. Tanpa menyetor dana pun, suatu negara tetap dapat menjadi anggota Dewan Perdamaian dengan masa keikutsertaan terbatas.

Kemlu RI memandang Dewan Perdamaian Gaza hanya sebagai mekanisme sementara untuk menghentikan kekerasan dan memberikan perlindungan terhadap warga sipil Palestina yang telah terdampak konflik selama dua tahun terakhir.

Hingga kini, pemerintah belum memberikan tanggapan lanjutan terkait derasnya kritik publik tersebut, di tengah kondisi Gaza yang masih terus dilanda serangan Israel.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Buntut Kasus Suami Korban Jambret Dijadikan Tersangka, Kapolres Sleman Dicopot
Dana Negara Rp 1,2 Miliar Dipakai Judi Online, Camat Medan Maimun Dicopot
Proyek Jalan Salomatti-Wanuwaru Diduga Langgar K3 dan Manfaatkan BBM Subsidi
Sakit Hati Tak Diberi Uang, Anak Durhaka di NTB Bunuh dan Bakar Ibu Kandung
Terlapor Oknum Moladin Firmansyah Menghilang, Polres Gowa Didesak Tangkap Pelaku
Ahok Minta JPU Periksa Erick Thohir dan Jokowi Soal Kasus Minyak Mentah Pertamina
Angkut 13 Penumpang, Pesawat Smart Air Nyungsep di Bibir Pantai Nabire
Kapolri Tegaskan Lebih Baik Dicopot daripada Polri di Bawah Kemendagri

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:13 WITA

Buntut Kasus Suami Korban Jambret Dijadikan Tersangka, Kapolres Sleman Dicopot

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:11 WITA

Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:50 WITA

Dana Negara Rp 1,2 Miliar Dipakai Judi Online, Camat Medan Maimun Dicopot

Kamis, 29 Januari 2026 - 01:48 WITA

Proyek Jalan Salomatti-Wanuwaru Diduga Langgar K3 dan Manfaatkan BBM Subsidi

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:15 WITA

Sakit Hati Tak Diberi Uang, Anak Durhaka di NTB Bunuh dan Bakar Ibu Kandung

Berita Terbaru