Zonafaktualnews.com – Pernyataan keras datang dari mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Harimau Jokowi, Saiful Huda Ems, yang menilai perjalanan politik Joko Widodo tidak bisa serta-merta disebut sebagai kecerdikan dalam memainkan strategi politik tingkat tinggi.
Dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa, 10 Februari 2026, Saiful menegaskan bahwa keberhasilan Jokowi menapaki jenjang kekuasaan, mulai dari Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI dua periode, tidak otomatis membuktikan dirinya sebagai “ahli catur politik”.
“Itu semua karena Jokowi ahli menipu, ahli memanipulasi, gemar melakukan abuse of power, jagoan pencitraan dan lain-lain,” kata Saiful.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga membantah anggapan bahwa kritik tersebut dilandasi kekecewaan pribadi atau kepentingan tertentu.
Saiful memastikan dirinya tidak pernah bersaing dalam kontestasi politik dengan Jokowi.
“Sebab saya tidak pernah bersaing dengan Jokowi, juga bukan karena gagal move on, bukan karena tidak kebagian jabatan. Sebab saya tidak pernah berharap menjadi pejabat negara,” tegas Saiful.
Secara rekam jejak, Jokowi mengawali kepemimpinan di Kota Solo selama dua periode (2005–2010 dan 2010–2015).
Di tengah masa jabatan keduanya, ia diusung PDI Perjuangan untuk maju pada Pilkada DKI Jakarta 2012. Berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama, Jokowi memenangkan kontestasi dan memimpin Ibu Kota untuk periode 2012–2017.
Karier politiknya kemudian melesat ke tingkat nasional saat maju dalam Pilpres 2014 bersama Jusuf Kalla.
Pasangan tersebut memenangkan pemilu, mengantarkan Jokowi menjadi Presiden ke-7 RI periode 2014–2019. Ia kembali terpilih pada Pilpres 2019 dengan wakilnya Ma’ruf Amin untuk masa jabatan 2019–2024.
Di sisi lain, selama masa kekuasaannya, sejumlah anggota keluarga Jokowi juga mencatatkan kiprah politik.
Putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, terpilih sebagai Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto.
Putra bungsunya, Kaesang Pangarep, dipercaya memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tak lama setelah resmi menjadi kader.
Sementara itu, menantunya, Bobby Nasution, lebih dulu menjabat sebagai Wali Kota Medan usai Pilkada 2020, lalu terpilih sebagai Gubernur Sumatera Utara pada Pilkada 2024.
Pandangan Saiful ini kembali memantik diskursus publik mengenai dinamika kekuasaan, pengaruh keluarga dalam politik nasional, serta perdebatan antara strategi politik dan tudingan manipulasi kekuasaan.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















