KisSA UIN Alauddin Gelar Pameran Seni di Perpustakaan Gowa

Sabtu, 19 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KisSA UIN Alauddin Makassar menggelar pameran dan workshop seni bertema Heterotopia di Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Gowa

KisSA UIN Alauddin Makassar menggelar pameran dan workshop seni bertema Heterotopia di Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Gowa

Zonafaktualnews.com – “Saya selalu menyarankan mahasiswa agar menyemarakkan ruang-ruang perpustakaan. Sebab, hari ini perpustakaan jadi ruang-ruang sunyi,” demikian kata Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, Prof Dr Barsihannor.

Prof Barsihannor memuji kolaborasi antara Komunitas Seni Adab (KisSA) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin, Makassar, dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan yang menggelar Pameran Seni bertema Heterotopia.

Pameran Seni dan Workshop itu diadakan di Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Jalan Kenanga Nomor 12, Kelurahan Bonto-Bontoa, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Jumat-Ahad, 18-20 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lewat pameran ini diharapkan akan menghidupkan aktivitas perpustakaan milik DPK Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.

Kampus itu, kata Prof Barsihannor, butuh dukungan dari pemangku kepentingan terkait. Termasuk kegiatan seni oleh mahasiswa, perlu disupport dan ditingkatkan.

Apalagi komunitas ini bukan organisasi struktural. Sehingga, meski mengadakan kegiatan dari nol, dengan dana terbatas, tapi mereka tetap kreatif dan mampu menghadirkan karya-karya membanggakan yang patut diapresiasi.

Guru Besar dalam bidang Ilmu Filsafat Islam itu lalu menyinggung tema Pameran Seni ini. Katanya, Heterotopia itu bisa dimaknai seperti era post-truth di mana kebenaran tidak berbasis data tapi berbasis opini.

BACA JUGA :  Pabrik Uang Palsu di Kampus UIN Makassar Digerebek, Oknum Dosen dan Staf Terlibat

“Kondisi yang kita alami sekarang ini, sudah diingatkan oleh Nabi Muhammad saw sejak 14 abad lalu,” jelas Prof Barsihannor yang juga dikenal sebagai mubalig itu.

Dikatakan, KisSA ini lahir sejak tahun 2000an dan telah melakukan regenerasi sehingga masih eksis hingga kini. Diakui bahwa komunitas ini sudah memberikan dampak positif bukan saja secara akademik dan bagi kampus UIN Alauddin. Namun juga memberikan manfaat bagi setiap mahasiswa yang akan menjalani profesi di berbagai bidang, termasuk cendekiawan, seniman, dan budayawan.

Kepala UPT Perpustakaan, DPK Provinsi Sulawesi Selatan, Kaharullah, SE, MM, mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan perpustakaan dengan kegiatan-kegiatan kreatif dan edukatif.

“Melalui kegiatan pameran seni seperti ini bisa memberi kabar tentang keberadaan Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang yang pernah berjaya,” kata Kaharullah.

Disampaikan bahwa DPK Provinsi Sulawesi Selatan punya beberapa gedung layanan yang bisa digunakan. Salah satunya, Perpustakaan Provinsi di Jalan Sultan Alauddin. Sepanjang dinding temboknya bisa dimanfaatkan untuk menyalurkan ekspresi berupa mural terkait literasi.

BACA JUGA :  Masjid Ashabul Jannah Gelar Salat Idul Adha Perdana di DPK Sulsel

Rusdin Tompo, penulis dan pegiat literasi, yang diminta pandangannya terkait Pameran Seni yang diadakan KisSA, juga memuji semangat mahasiswa dalam berkesenian. Pameran seni ini wujud implementasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Sebagai Koordinator Perkumpulan Penulis SATUPENA Provinsi Sulawesi Selatan, dia mengatakan aktivitas seni seperti ini butuh dinarasikan dan dipublikasikan.

Sebagai bagian dari ekosistem kesenian dan literasi, dia mengajak KisSA, termasuk Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin, untuk berkolaborasi.

Ketua Umum Komunitas Seni Adab (KisSA), Abdullah Lail, mengatakan komunitas ini mencakup kegiatan seni rupa, teater, puisi, tari, dan musik.

Tema heterotopia, kata dia, merupakan cara mereka menyuarakan kondisi terhadap ruang yang memiliki makna dan fungsi. Pilihannya pada perpustakaan karena dianggap dapat dijadikan sebagai sarana menggelar pameran seni rupa dan wokrshop.

Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) Adab dan Humaniora, Saldi, yakin dan percaya bahwa tema Heterotopia berangkat dari pembacaan Komunitas Seni Adab (KisSA) terhadap situasi sekarang. Kegiatan pameran ini, menurutnya, menunjukkan gerakan seni eksis di kalangan mahasiswa.

BACA JUGA :  Masjid Ashabul Jannah Heningkan Doa untuk Palestina, Hangatkan Jamaah dengan Kue

“Ada kecenderungan tindakan represif terhadap ekspresi seni. Padahal tidak boleh seenaknya menafsirkan sendiri bentuk ekpresi seni yang disuarakan kalangan seniman,” imbuhnya.

[19/7, 08.38] Pak Rusdin Tompo: Dayat, mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin, merupakan salah satu partisipan dalam pameran ini. Perupa ini menyertakan 15 lukisannya, yang bergaya surealis, kubisme, dan absrak.

“Bagus ini kegiatan di perpustakaan. Karena perpustakaan bukan cuma untuk baca buku tapi bisa untuk pameran dan diskusi biar ada nuansa humanioranya,” ujarnya.

Pameran seni rupa dengan kurator Andi Nurhidayat, yang juga mahasiswa ini, menampilkan 50 lukisan dari 8 perupa. Selain pameran seni rupa, juga diadakan workshop teater, workshop seni rupa, dan workshop suku kata.

Penanggung Jawab Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Shafar, mempersilakan mahasiswa untuk memanfaatkan tempat dan fasilitas perpustakaan.

“Kami selalu siap berkolabirasi dengan mahasiswa, komunitas, dan pegiat literasi lainnya,” pungkasnya

(RT/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, BMKG Ingatkan Banjir dan Gelombang Tinggi
Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru