Di Luar Prediksi Publik, Ibu di Medan Dibunuh Anak Kandung, Bukan Suami

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak memimpin konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum (ABH) di Aula Patriatama Polrestabes Medan. (Ist)

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak memimpin konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum (ABH) di Aula Patriatama Polrestabes Medan. (Ist)

Zonafaktualnews.comKasus pembunuhan seorang ibu di Kota Medan ternyata benar-benar di luar prediksi publik.

Peristiwa tragis yang sempat memunculkan berbagai dugaan dan spekulasi di tengah masyarakat itu akhirnya diungkap secara resmi oleh kepolisian.

Fakta yang terungkap pun mengejutkan banyak pihak, karena pelaku pembunuhan bukanlah sang suami, melainkan anak kandung korban sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengungkapan tersebut disampaikan Polrestabes Medan dalam kegiatan Konferensi Pers Atensi Anak terkait kasus dugaan tindak pidana pembunuhan yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum (ABH).

Konferensi pers itu digelar di Aula Patriatama Polrestabes Medan, Senin (29/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, dan dihadiri sejumlah pihak lintas instansi.

Dalam keterangannya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan bahwa penyidik telah menetapkan seorang anak perempuan berinisial AL sebagai anak berhadapan dengan hukum dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap ibu kandungnya berinisial FS (42).

Penetapan tersebut dilakukan setelah melalui rangkaian proses penyelidikan dan penyidikan yang mendalam.

“Kami telah memeriksa sebanyak 37 orang saksi dan ahli dalam kasus ini. Seluruh proses dilakukan secara profesional dengan pendekatan scientific crime investigation,” ujar Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.

BACA JUGA :  Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan Dinilai Janggal, “Investigasi” Netizen Bidik Sang Ayah

Kapolrestabes menjelaskan, peristiwa tragis tersebut terjadi di kediaman korban di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, pada Rabu (10/12/2025).

Aksi pembunuhan dilakukan oleh AL seorang diri saat korban sedang tertidur.

“Pada saat kejadian, korban tidur satu kamar dengan kedua anaknya di lantai satu. Posisi korban berada di kasur bagian atas, sementara AL dan kakaknya tidur di kasur bawah. Berdasarkan keterangan kakak korban, dirinya terbangun karena tubuh korban terjatuh dan menimpanya,” tuturnya.

Saat terbangun, kakak korban melihat AL sedang melukai tubuh ibunya menggunakan senjata tajam jenis pisau. Ia sempat berupaya merebut pisau tersebut hingga mengalami luka pada tangannya.

Siswi SD di Medan Diduga Habisi Ibu Kandung dengan 20 Kali Tusukan Pisau
Siswi kelas VI SD di Medan diduga membunuh ibu kandungnya, Faizah Dwikora dengan 20 kali tusukan pisau (Foto kolase)

Setelah itu, kakak korban naik ke lantai dua untuk memanggil ayahnya, Alham Siagian, yang saat itu sedang tidur.

“Keterangan kakak korban bersesuaian dengan keterangan ayahnya. Setelah turun ke lantai satu, mereka mendapati korban masih dalam kondisi hidup, lalu segera menghubungi pihak rumah sakit dan menyenderkan tubuh korban ke lemari,” ucap Kapolrestabes.

Lebih lanjut dijelaskan, AL diketahui menggunakan dua bilah pisau dalam aksinya. Pisau pertama berhasil direbut oleh kakak korban, namun AL kembali mengambil pisau berukuran lebih kecil dari dapur rumah.

BACA JUGA :  Baru Tiga Hari Keluar dari Showroom, Ban Mobil Digondol Maling

“Sempat terjadi tarik-menarik pisau kedua antara kakak dan adik. Setelah itu kakak korban kembali naik ke lantai dua untuk memanggil ayahnya,” kata Jean Calvijn.

Akibat luka serius yang diderita, korban FS akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat kehabisan darah.

“Korban meninggal lemas karena kehilangan banyak darah,” ujarnya.

Kapolrestabes Medan menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini didukung oleh alat bukti yang kuat, mulai dari keterangan saksi, hasil forensik, hingga rekaman CCTV.

“Perlu kami sampaikan secara terang benderang, seluruh bukti yang diperoleh penyidik didasarkan pada digital forensik dan metode ilmiah lainnya, sehingga peristiwa ini menjadi jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” tegasnya.

Polrestabes Medan juga memastikan bahwa penanganan perkara ini tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna menjamin hak-hak anak tetap terpenuhi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Meski demikian, pengungkapan kasus tersebut belum sepenuhnya meredam perhatian publik.

Kasus pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya yang terjadi di Kecamatan Medan Sunggal itu masih menyisakan banyak tanda tanya di tengah masyarakat dan terus menjadi sorotan, terutama di media sosial.

BACA JUGA :  Konflik 2 Gubernur Memanas, Mualem Vs Bobby di Ambang Perang Plat dan Ekskavator

Banyak warganet mengaku tidak menyangka seorang anak perempuan berusia 12 tahun, yang masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar, disebut sebagai terduga pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya.

Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa perbuatan tersebut diduga dilakukan karena pelaku kesal melihat kakaknya dimarahi oleh sang ibu. Namun, narasi yang disebut berasal dari keterangan sang ayah itu kemudian dinilai janggal dan menuai keraguan publik.

Sejumlah akun media sosial bahkan mengaku memiliki hubungan keluarga dengan korban dan mempertanyakan logika kronologi kejadian.

Mereka menyoroti usia pelaku, jumlah luka pada tubuh korban, hingga waktu kejadian yang berlangsung pada subuh hari, yang dinilai sulit dilakukan oleh anak seusia tersebut tanpa adanya faktor lain.

Tak hanya itu, warganet juga menyoroti kondisi lokasi kejadian serta dugaan adanya konflik rumah tangga korban sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.

Berbagai spekulasi pun bermunculan, meski sebagian warganet tetap menyerahkan sepenuhnya pengungkapan kasus ini kepada aparat kepolisian.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Permahi Aceh Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah dalam Polemik Sekda
Sungguh Bodoh Eks Kapolres Bima Kota, Jabatan Mentereng Hancur karena Narkoba
Visum dan Foto Privat Diduga Bocor, Selebgram Nira Tuding Kelalaian RS Bhayangkara
Bau Busuk 16 Siswa Titipan Terkuak di SMPN 4 Makassar, Siapa Aktor yang Bermain?
Kasus Oknum Bank Mandiri Berlarut di Polda Sulsel, Kepastian Hukum Menggantung
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Dilaporkan atas Dugaan Pengaduan Palsu
Mangkir Sidang Gugatan Rp 500 Miliar, Bank Mandiri Makassar Cacat Transparansi
PERMAHI Tegaskan MKMK Tak Punya Wewenang Batalkan Keppres Hakim MK

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:23 WITA

Permahi Aceh Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah dalam Polemik Sekda

Senin, 16 Februari 2026 - 13:49 WITA

Sungguh Bodoh Eks Kapolres Bima Kota, Jabatan Mentereng Hancur karena Narkoba

Minggu, 15 Februari 2026 - 09:25 WITA

Visum dan Foto Privat Diduga Bocor, Selebgram Nira Tuding Kelalaian RS Bhayangkara

Minggu, 15 Februari 2026 - 07:49 WITA

Bau Busuk 16 Siswa Titipan Terkuak di SMPN 4 Makassar, Siapa Aktor yang Bermain?

Sabtu, 14 Februari 2026 - 04:06 WITA

Kasus Oknum Bank Mandiri Berlarut di Polda Sulsel, Kepastian Hukum Menggantung

Berita Terbaru