Buntut Anarkisme Massa Bakar Gedung DPRD Makassar, 3 Tewas dan 7 Luka-luka

Sabtu, 30 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPRD Kota Makassar dibakar demonstran

Gedung DPRD Kota Makassar dibakar demonstran

Zonafaktualnews.com – Aksi anarkisme massa di Kantor DPRD Kota Makassar pada Jumat (29/8/2025) berakhir tragis.

Puluhan pegawai dan staf terjebak di dalam gedung saat massa melampiaskan kemarahan dengan membakar kantor DPRD.

Akibat kejadian ini, tiga orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebanyak sepuluh orang dievakuasi tim penyelamat usai pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar, tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia karena terjebak di dalam ruangan saat kebakaran,” kata Plt Pelaksana Tugas BPBD Kota Makassar, M. Fadli.

Korban Meninggal Dunia 3 Orang

  • Sarinawati (26), staf DPRD Makassar, ditemukan dalam kondisi hangus terbakar dan dibawa ke RS Bayangkara.

  • Saiful Akbar (43), Kasi Kesra Kecamatan Ujungtanah, meninggal di RS Grestelina.

  • Akbar Basri (27), staf humas DPRD Makassar, meninggal di lokasi kejadian, jenazah dirujuk ke RS Bayangkara.

Korban Luka Berat/Kritis 3 Orang

  • Heriyanto (28), petugas cleaning service DPRD, mengalami luka berat akibat melompat dari lantai empat, dirawat di RS Grestelina.

  • Tn. Budi H.S, pegawai DPRD Makassar, trauma kepala berat dengan GCS menurun, dirawat di RS Primaya.
  • Agung, mengalami paraplegia akibat trauma, dirawat di RS Hermina.
BACA JUGA :  Dramatis! Eksekusi 11 Bangunan di Pettarani Berujung Ricuh dan Tangisan

Korban Luka Sedang/Ringan 4 Orang

  • Sahabuddin (45), ajudan Wakil Ketua DPRD, patah tulang pinggul karena melompat dari lantai dua, dirawat di RS Hermina.

  • Arief, sopir Wakil DPRD, cedera kaki akibat lemparan benda, dirawat di RS Grestelina.

  • Agus (32), anggota Satpol PP, luka pada kaki, dirawat di RS Hermina.

  • Satria Pratama, luka sobek pada mata kaki kiri akibat benda tajam (±5×2 cm), dirawat di RSI Faisal.

Tim evakuasi gabungan dari BPBD, Damkarmat, Dinas Kesehatan Kota Makassar, Dinas Kesehatan Provinsi, serta tim relawan potensi SAR dikerahkan untuk mengevakuasi korban.

Diberitakan sebelumnya, aksi demonstrasi gabungan mahasiswa dan ojek online (ojol) di Makassar pada Jumat (29/8/2025) berakhir ricuh.

Massa melampiaskan amarah dengan membakar Pos Lantas di pertigaan Jalan Sultan Alauddin–AP Pettarani, sejumlah motor patroli, hingga kantor DPRD Kota Makassar.

BACA JUGA :  Bencana Banjir Sibolga Menelan Korban Jiwa, Evakuasi Terus Dilakukan

Berdasarkan informasi yang diterima beserta video yang beredar antara pukul 21.30 hingga 22.00 Wita, terlihat kobaran api melalap sisi depan dan samping pos polisi.

Dalam rekaman lain, massa juga tampak melemparkan benda ke arah kantor DPRD Kota Makassar sebelum akhirnya gedung itu terbakar hebat.

Sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terpaksa mengambil langkah nekat dengan melompat dari lantai empat untuk menyelamatkan diri.

Aksi putus asa ini menelan korban, dengan sedikitnya tiga personel Satpol PP mengalami luka parah. Satu di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat detik-detik mencekam saat para Satpol PP terkapar setelah melompat.

Beberapa korban mengalami patah tulang dan meringis kesakitan sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan mobil bak terbuka (pick up) menuju rumah sakit terdekat.

Di sisi lain, sebuah rekaman lain menunjukkan seorang anggota dewan terlihat berada di lantai atas gedung, tampak terjebak di tengah kobaran api.

BACA JUGA :  Isu Parkir Liar di Makassar Dibekingi “Orang Kuat”, DPRD Desak ARA Buka Identitas

Perekam video berteriak, “Bertahan pak dewan, bertahan pak dewan, jangan loncat, jangan loncat.” Hingga kini, identitas anggota dewan tersebut belum diketahui.

Kerusuhan ini merupakan buntut dari demonstrasi solidaritas atas kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis barracuda milik polisi di Jakarta.

Amarah massa tak terbendung, menyebabkan pembakaran tidak hanya di Gedung DPRD Makassar. Kantor DPRD Sulawesi Selatan, dua pos polisi di titik berbeda, serta kantor Kejaksaan Tinggi Sulselbar juga menjadi sasaran.

Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat milik anggota dewan dan camat yang terparkir di halaman gedung turut hangus dilalap api.

Di tengah kekacauan, keberadaan aparat kepolisian tidak terlihat. Pengamanan di lokasi tampak sepenuhnya diambil alih oleh personel gabungan TNI.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, BMKG Ingatkan Banjir dan Gelombang Tinggi
Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru