Anggota DPRD Lutra Dorong Warga Tinggalkan Konflik Serahkan Senjata Sukarela

Kamis, 24 September 2026 - 02:04 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Anggota DPRD Lutra Dorong Warga Tinggalkan Konflik Serahkan Senjata Sukarela

Warga dan aparat berfoto bersama menampilkan 60 senjata yang diserahkan secara sukarela di halaman Polres Lutra, bukti komitmen perdamaian Desa Munte dan Karondang.

Zonafaktualnews.com – Sebanyak 60 pucuk senjata diserahkan secara sukarela oleh warga Desa Munte dan Desa Karondang, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), kepada aparat kepolisian.

Penyerahan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam upaya memperkuat perdamaian pascakonflik antara kedua desa.

Puluhan senjata itu diserahkan dalam kegiatan silaturahmi dan makan bersama yang digelar di perbatasan Desa Munte dan Karondang, Kamis (24/9/2026).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Desa Munte Akbar dan Kepala Desa Karondang Jumhari bersama Kapolsek Bone-Bone AKP Muhajir.

Dari total 60 pucuk senjata yang diserahkan, terdiri dari 57 pucuk senjata rakitan jenis paporo dan 3 pucuk senapan angin.

Rinciannya, warga Desa Karondang menyerahkan 28 pucuk paporo dan 2 senapan angin, sementara warga Desa Munte menyerahkan 29 pucuk paporo dan 1 senapan angin.

BACA JUGA :  Polemik Lahan Yon TP 872 Temui Titik Temu, DPRD Sulsel Sepakati Pengalihan Lokasi

Penyerahan senjata tersebut disebut merupakan hasil kesadaran masyarakat sendiri sebagai bagian dari komitmen menjaga perdamaian dan mencegah kembali terjadinya pertikaian antardesa.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh haru itu digagas Anggota DPRD Luwu Utara Dapil 3 Bone-Bone-Tanalili, Heriansyah Efendi (PAN) dan Suaeb Saing Latief (PKB).

Turut hadir Camat Tanalili Syamsuria, Danramil Bone-Bone Letda Juslin, Danpos TNI AL Munte Letda Muhammad Hamka, serta ratusan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan tokoh perempuan dari kedua desa.

Kapolsek Bone-Bone AKP Muhajir mengatakan penyerahan senjata secara sukarela tersebut menunjukkan keseriusan masyarakat dalam menjaga keamanan dan mempertahankan perdamaian yang telah dibangun.

“Dengan adanya kegiatan ini, harapan kami dari pihak keamanan betul-betul dilaksanakan dan bersama-sama menjaga kamtibmas. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi bukti keseriusan kedua belah pihak untuk menghentikan pertikaian antardesa,” tegas Muhajir.

BACA JUGA :  Tolak Ketidakjelasan Lokasi, Emak-emak Minta Pembangunan Yon TP 868 Dihentikan

Ia juga menyampaikan apresiasi pimpinan Polres Luwu Utara atas kesadaran warga kedua desa yang secara sukarela menyerahkan senjata.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun perdamaian yang tidak hanya disepakati secara kelembagaan, tetapi juga tumbuh dari kesadaran masyarakat.

“Atas nama pimpinan, Bapak Wakapolres menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi dan kesadaran warga Munte dan Karondang. Penyerahan senjata secara sukarela ini adalah bukti bahwa perdamaian yang kita bangun adalah perdamaian sejati dari hati masyarakat,” ujar Muhajir menyampaikan pesan Wakapolres.

Apresiasi juga disampaikan Danramil Bone-Bone Letda Juslin. Ia mengapresiasi seluruh pihak, khususnya anggota DPRD Luwu Utara yang turut memfasilitasi kegiatan tersebut.

BACA JUGA :  Ajang Cari Bibit Unggul, Ketua DPRD Lutra Buka Open Turnamen Voli Putri

“Saya mengapresiasi Bapak Dewan kita yang menyelenggarakan kegiatan hari ini. Kita melihat begitu antusiasnya warga kedua desa. Kegiatan ini jangan hanya seremonial hari ini saja, tetapi diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk selamanya,” imbaunya.

Penyerahan 60 pucuk senjata tersebut menjadi simbol komitmen warga Munte dan Karondang untuk meninggalkan konflik serta memperkuat hubungan sosial kedua desa.

Momentum tersebut sekaligus diharapkan menjadi awal baru bagi masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban secara bersama-sama serta memastikan perdamaian pascakonflik dapat berlangsung secara berkelanjutan.

(RL/ON)

Berita Terkait

Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan
Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat
Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman
Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan
Janji Nikah Ternyata Prank, Gadis 14 Tahun di Gowa Diperkosa Pemuda 3 Kali
Dulu Minimarket Gowa Dihajar Tak Goyang, Terjawab Usai Bupati Tersangka PBG
Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA
Beda Penampakan Fasilitas Lapas Cibinong saat Sidak Ombudsman dan Menteri

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 03:52 WITA

Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan

Senin, 28 September 2026 - 21:54 WITA

Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat

Senin, 28 September 2026 - 14:53 WITA

Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman

Senin, 28 September 2026 - 02:24 WITA

Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan

Minggu, 27 September 2026 - 15:15 WITA

Janji Nikah Ternyata Prank, Gadis 14 Tahun di Gowa Diperkosa Pemuda 3 Kali

Berita Terbaru