AI China DeepSeek Bikin AS Panik, Serangan Siber Dilancarkan

Selasa, 28 Januari 2025 - 11:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan Layar AI China DeepSeek

Tangkapan Layar AI China DeepSeek

Zonafaktualnews.com –  Aplikasi asisten berbasis AI milik perusahaan China, DeepSeek, menjadi target serangan siber besar-besaran pada Senin (27/1/2025), memaksa perusahaan membatasi sementara pendaftaran pengguna baru.

Insiden ini terjadi setelah aplikasi tersebut melesat menjadi aplikasi gratis dengan peringkat tertinggi di Apple App Store AS dan Google Play Store.

Dalam pernyataan resminya, DeepSeek mengonfirmasi tengah menyelidiki insiden tersebut. Setelah dua jam investigasi, perusahaan mengungkap bahwa serangan itu berskala besar dan berniat jahat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski pendaftaran baru sempat dihentikan, pengguna lama tetap dapat mengakses layanan seperti biasa. Kini, fitur pendaftaran telah kembali normal.

Kesuksesan DeepSeek menjadi sorotan karena mampu bersaing dengan OpenAI ChatGPT dengan biaya pengembangan hanya sekitar USD 5 juta—jauh lebih rendah dibandingkan perusahaan AI lain yang menghabiskan miliaran dolar.

Hal ini memicu kejatuhan saham perusahaan teknologi AS, termasuk Nvidia, yang turun 13,6% dan menghapus sekitar USD 500 miliar dari kapitalisasi pasarnya.

Namun, yang menarik perhatian dunia adalah bagaimana DeepSeek berhasil menciptakan teknologi AI canggih di tengah pembatasan akses ke chip mutakhir akibat kontrol ekspor AS.

Pencapaian ini memicu respons beragam, termasuk dari investor teknologi Marc Andreessen yang menyebutnya sebagai “momen Sputnik AI”, mengacu pada kejutan global atas peluncuran satelit Sputnik oleh Uni Soviet pada 1957.

Menanggapi kesuksesan DeepSeek, Donald Trump mengumumkan proyek AI bernama Stargate dalam konferensi Partai Republik di Florida.

Proyek senilai USD 500 miliar ini merupakan kolaborasi antara OpenAI, Softbank, dan Oracle, meskipun transparansinya dipertanyakan.

Trump juga mencabut regulasi AI era Biden melalui perintah eksekutif untuk mendorong inovasi tanpa “hambatan regulasi woke.”

Serangan siber terhadap DeepSeek dan keberhasilannya menunjukkan bahwa persaingan di sektor AI kini memasuki babak baru.

China tidak hanya menantang dominasi teknologi AS tetapi juga mengubah peta kompetisi global.

Respons perusahaan teknologi dan pemerintah AS ke depan akan sangat menentukan arah masa depan kecerdasan buatan.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Heboh, Guru SD di Jeneponto Dijambak dan Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid
269 Siswa di Karo Keracunan Massal Usai Santap MBG dari Dapur SPPG Kodim
Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10
Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025
Anak Jahanam di Kuningan Bunuh Ibu Kandung hanya karena Dibangunkan Salat
Rugikan Negara Rp223,6 Miliar, KPK Jebloskan 4 Tersangka Iklan Bank BJB
Asyik Berdua Saat Suami Kerja, Istri di Bone dan Selingkuhan Digerebek Warga
Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:14 WITA

Heboh, Guru SD di Jeneponto Dijambak dan Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:32 WITA

269 Siswa di Karo Keracunan Massal Usai Santap MBG dari Dapur SPPG Kodim

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:12 WITA

Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:41 WITA

Anak Jahanam di Kuningan Bunuh Ibu Kandung hanya karena Dibangunkan Salat

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:31 WITA