AAS Building Bermasalah, AAS Dituding Beli Tanah dari Ahli Waris Bodong?

Kamis, 17 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase : ASS Building dan Direktur Misi Keadilan Law Firm, Wawan Nur Rewa

Foto Kolase : ASS Building dan Direktur Misi Keadilan Law Firm, Wawan Nur Rewa

Zonafaktualnews.com – Bangunan AAS Building yang berdiri di Jalan Urip Sumiharjo, Makassar, kini menuai persoalan hukum.

Kuasa hukum Wawan Nur Rewa mengungkap bahwa gedung milik AAS itu berdiri di atas lahan yang masih berstatus milik kliennya berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang sah.

Wawan menyebut, lahan tersebut diduga dialihkan secara ilegal oleh pihak ketiga yang mengaku sebagai ahli waris, namun belakangan diketahui tidak memiliki hubungan hukum dengan kliennya.

“Bangunan AAS berdiri di atas tanah milik klien kami tanpa izin dan tanpa sepengetahuan. Kami menemukan adanya transaksi jual beli antara pihak ketiga yang mengaku ahli waris dan AAS, padahal status kepemilikan tanah itu jelas atas nama klien kami,” kata Wawan dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Kamis (17/4/2025).

Wawan menegaskan, Misi Keadilan Law Firm telah menelusuri jejak transaksi tersebut dan menemukan bahwa pihak yang mengklaim sebagai ahli waris tidak memiliki legalitas apapun.

BACA JUGA :  Raja Gowa ke-38 Akan Kembali ke Istana Balla Lompoa

SHM milik kliennya bahkan digunakan secara sepihak oleh pihak ketiga dalam transaksi dengan Andi Amran Sulaiman.

“Ada indikasi kuat perbuatan melawan hukum yang mengarah pada dugaan pemalsuan dokumen (Pasal 263 KUHP), serta persekongkolan dalam melakukan transaksi ilegal,” jelasnya.

Wawan menambahkan, pihaknya masih membuka ruang mediasi dan mengharapkan adanya etikad baik dari AAS sebelum menempuh jalur hukum.

BACA JUGA :  Advokat Dikriminalisasi, Koalisi Sulsel Desak Kasat Reskrim Makassar Dicopot

“Klien kami keberatan tanahnya dipakai untuk mendirikan AAS Building tanpa hak. Kami masih membuka ruang dialog, tapi kami juga siap membawa masalah ini ke ranah hukum jika diperlukan,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi AAS untuk klarifikasi lebih lanjut.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, BMKG Ingatkan Banjir dan Gelombang Tinggi
Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru