Viral, Relawan Jokowi Silfester Serang Soenarko, Ancam Cukur Kumis

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kolase : Silfester Matutina dan Soenarko

Foto kolase : Silfester Matutina dan Soenarko

ZonafaktualNews.com – Sebuah video yang menampilkan Silfester Matutina, pengacara sekaligus tokoh relawan pendukung garis depan Presiden Joko Widodo, kembali memicu kontroversi di media sosial.

Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas pada Senin (7/7/2025), Silfester melontarkan pernyataan pedas terhadap mantan Danjen Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko.

Tanpa menyebut secara rinci kasusnya, Silfester menyatakan bahwa Soenarko pernah ditangkap oleh aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Soenarko, kau itu sudah pernah ditangkap,” ucap Silfester dengan nada tinggi dalam video tersebut.

Ia kemudian menyebut bahwa sosok yang membebaskan Soenarko adalah Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

BACA JUGA :  Anggaran IKN Disetop, Jokowi: Jangan Tarik-tarik Saya

“Yang jadi penjamin itu Pak Luhut. Tapi sekarang kalian malah sebut dia penjilat. Kurang ajar betul!” lanjutnya.

Tak hanya itu, Silfester juga melontarkan ejekan personal dengan menyebut Soenarko sebagai “kumis tebal” dan menantangnya secara langsung.

“Tangkap saja Soenarko. Hei kumis tebal! Jangan sampai kumismu kami cukur. Kalian pikir kami takut?” katanya.

Dalam video yang viral di platform X (sebelumnya Twitter), Silfester juga mengklaim bahwa dirinya dan Soenarko dulunya adalah kawan.

Bahkan ia menuding kelompok Soenarko pernah meminta-minta jabatan ke Presiden Jokowi melalui dirinya.

BACA JUGA :  Jokowi Ngotot Tetap Cawe-cawe Tidak Akan Netral di Pilpres 2024

“Kalian dulu teman saya juga, minta jabatan ke Jokowi itu lewat saya,” bebernya.

Video ini langsung mengundang reaksi dari warganet. Sejumlah netizen mengkritik keras sikap Silfester yang dianggap menghina para jenderal purnawirawan.

“Kok para jenderal dihina terus? Kemarin Sutiyoso, lalu Pak Tri Sutrisno. Sekarang Soenarko. Ada apa ini?” tulis akun @Sutris***.

Sosok Silfester Matutina sendiri bukan nama baru dalam dunia politik nasional. Pria kelahiran Ende, NTT, 19 Juni 1971 ini dikenal sebagai Ketua Umum Relawan Solidaritas Merah Putih (Solmet), kelompok relawan yang mendukung Jokowi sejak Pilpres 2014.

BACA JUGA :  Prabowo Tidak Peduli Rakyat

Pada Pilpres 2024 lalu, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

Silfester juga pernah tersandung kasus hukum. Pada 2017, ia dilaporkan ke Bareskrim oleh 100 advokat dalam kasus pencemaran nama baik terhadap Jusuf Kalla.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 287 K/Pid/2019, Silfester divonis 1 tahun 6 bulan penjara atas pelanggaran Pasal 311 ayat 1 dan Pasal 310 ayat 1 KUHP.

Kini, pernyataan kontroversialnya kembali menjadi sorotan, terutama karena menyasar nama besar seperti Soenarko dan menyeret nama Luhut Binsar Pandjaitan.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, BMKG Ingatkan Banjir dan Gelombang Tinggi
Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru