Rentetan Gempa di Luwu Timur! Gempa ke-39 Guncang Mangkutana

Sabtu, 8 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peta guncangan (ShakeMap) BMKG menunjukkan pusat gempa bumi yang terjadi pada 7 Maret 2025 di darat, 24 km barat laut Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dengan magnitudo 3.6 dan kedalaman 3 km.

Peta guncangan (ShakeMap) BMKG menunjukkan pusat gempa bumi yang terjadi pada 7 Maret 2025 di darat, 24 km barat laut Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dengan magnitudo 3.6 dan kedalaman 3 km.

Zonafaktualnews.com – Luwu Timur kembali diguncang gempa bumi pada Jumat (7/3/2025) malam. Berdasarkan laporan BMKG, gempa terbaru ini memiliki magnitudo 3.6 dengan episenter di darat, tepatnya 24 km barat laut Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Getaran yang terjadi pada pukul 22.53 WITA ini tercatat sebagai gempa ke-39 dalam rangkaian aktivitas seismik yang mengguncang wilayah tersebut sepanjang hari.

Menurut analisis BMKG, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat pergerakan Sesar Matano.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski tidak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di Mangkutana dengan skala intensitas II MMI, di mana beberapa warga melaporkan merasakan goyangan ringan, terutama pada benda-benda yang digantung. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

BACA JUGA :  Golkar Luwu Timur Sambut Ultah Partai ke-61 dengan Pasar Murah dan Baksos

Salah satu warga Mangkutana, Irwan (38), mengungkapkan kepanikannya saat merasakan getaran gempa.

“Saya sedang duduk di teras rumah, tiba-tiba terasa seperti ada yang menggoyang kursi. Awalnya saya kira angin kencang, tapi ternyata gempa lagi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Rahma (45), seorang pedagang, juga merasakan hal serupa.

“Getarannya memang tidak terlalu kuat, tapi tetap bikin kaget. Apalagi ini sudah gempa kesekian kali hari ini. Kami khawatir kalau ada gempa yang lebih besar,” katanya.

BACA JUGA :  Tambang Ilegal di Bantaran Sungai Kalaena Dibekingi ‘Geng Algojo’

Sebelumnya, gempa dengan magnitudo lebih besar, yakni M 5.2, terjadi di Luwu Timur pada pukul 16.34 WITA.

BMKG mencatat bahwa aktivitas gempa ini masih dalam satu rangkaian dan berpotensi menimbulkan gempa susulan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

BMKG juga mengingatkan warga untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah guna mengantisipasi dampak gempa yang mungkin terjadi.

BACA JUGA :  Huru-hara Tambang “Tuyul” di Bantaran Sungai Kalaena Semakin Menggeliat

Sebelumnya, gempa dengan magnitudo lebih besar, yakni M 5.2, terjadi di Luwu Timur pada pukul 16.34 WITA. BMKG mencatat bahwa aktivitas gempa ini masih dalam satu rangkaian dan berpotensi menimbulkan gempa susulan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. BMKG juga mengingatkan warga untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah guna mengantisipasi dampak gempa yang mungkin terjadi.

 

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, BMKG Ingatkan Banjir dan Gelombang Tinggi
Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru