Ratusan Mahasiswa Tuntut Hotel Claro Makassar Usai Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam

Rabu, 7 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang masuk Hotel Claro Makassar

Ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang masuk Hotel Claro Makassar

Zonafaktualnews.com – Ratusan massa dari Srikandi Sulsel dan Komite Pejuang Demokrasi Indonesia (KPDI) Sulsel menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang masuk Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, pada Selasa (6/5/2025).

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas insiden meninggalnya seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun yang tenggelam di kolam renang hotel berbintang empat tersebut.

Para demonstran menuntut agar manajemen Hotel Claro bertanggung jawab atas kejadian tragis tersebut yang diduga terjadi akibat kelalaian pengawasan di area kolam renang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Aksi dari Srikandi Sulsel, Rudi menyatakan bahwa pihaknya mendesak manajemen hotel untuk memberikan pertanggungjawaban secara terbuka kepada keluarga korban.

“Aksi ini sudah kedua kalinya kami gelar. Kami meminta agar Claro Hotel ditutup sementara. Kami juga meminta manajemen hotel menunjukkan bentuk tanggung jawab terhadap keluarga korban serta kami ingin bertemu langsung dengan General Manager Hotel Claro Makassar,” tegas Rudi.

BACA JUGA :  Aksi di Ditlantas Polda Sulsel, Mahasiswa Minta Kapolda dan Dirlantas Dicopot

Rudi juga menambahkan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada respon resmi dari pihak manajemen, maka gelombang aksi akan diperluas.

“Apabila dalam waktu sekarang ini tidak ada respon dari pihak manajemen Hotel Claro, maka kami dari Srikandi Sulsel bersama KPDI akan turun demo dan mengadakan aksi yang lebih besar lagi,” ancamnya.

Pernyataan senada juga disampaikan Farid, Koordinator Aksi dari KPDI Sulsel, yang menilai bahwa insiden ini mencerminkan kurangnya evaluasi dan pengawasan dari pihak hotel terhadap fasilitas umum yang mereka kelola.

“Dimana kejadian tujuh tahun silam tepatnya 2 Oktober 2017 kembali lagi terjadi pada 3 Mei 2025. Ini menandakan bahwa tidak adanya bentuk perhatian dan pengawasan dari manajemen Hotel Claro Makassar terhadap sarana dan prasarana dalam memperbaiki sistem keamanan yang ada dalam kolam renang tersebut,” tegas Farid.

BACA JUGA :  Aktivis GAM di Makassar Galang Petisi Copot Kapolri dan Adili Pembunuh Ojol

Farid berharap agar insiden ini menjadi yang terakhir dan tidak ada lagi korban jiwa di kolam renang hotel tersebut.

“Kami berharap agar tidak ada lagi korban yang ditimbulkan oleh sarana kolam renang yang ada pada hotel berbintang empat ini,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Makassar, Hartono juga turut menyoroti insiden tersebut dan meminta perhatian serius dari pihak hotel.

“Sudah barang tentu ini menjadi perhatian kita bersama, namun terkhusus kepada pihak Claro untuk bisa memberikan batasan antara kolam anak-anak dan kolam dewasa agar semua bisa berjalan dengan aman,” jelas legislator dari Fraksi PKS, Dapil 4 Makassar itu.

Hartono menegaskan pentingnya pengawasan di fasilitas publik hotel, terutama dari lifeguard atau petugas kolam renang.

“Perlu dipertanyakan di mana semua petugas kolam renang (lifeguard) ketika peristiwa ini terjadi. Ini artinya ada petugas, namun tidak mengawasi para tamu yang sedang menikmati fasilitas kolam renang,” terangnya.

BACA JUGA :  Tuntutan Menggema, Mahasiswa Geruduk Mabes Polri Minta Kapolda Sulsel Dicopot

Hartono juga menekankan perlunya investigasi menyeluruh untuk mengetahui siapa yang lalai dalam kasus ini.

“Ini perlu investigasi agar bisa menerangkan lebih jelas apakah keluarga korban yang lalai atau pihak hotel yang tidak mengawasi aktivitas dalam kolam renang tersebut,” tandasnya.

Hartono menegaskan, insiden tragis ini seharusnya menjadi alarm bagi seluruh manajemen hotel untuk berbenah total, bukan sekadar minta maaf. Ia berharap tragedi serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari.

“Harapannya bagaimana seluruh fasilitas yang disediakan oleh pihak hotel bisa memberikan rasa nyaman dan aman kepada tamu, agar tidak ada lagi peristiwa seperti ini,” tutup Hartono.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, BMKG Ingatkan Banjir dan Gelombang Tinggi
Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru