Mardani Ali Sera Minta Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Ditambah, Bukan Dipangkas

Senin, 17 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera (Foto Facebook Mardani Ali Sera)

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera (Foto Facebook Mardani Ali Sera)

Zonafaktualnews.com – Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang cermat di tengah upaya efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah.

Mardani Ali Sera menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan harus mendapatkan perhatian khusus, dengan anggaran yang justru perlu ditambah, bukan dipangkas.

“Anggaran untuk pendidikan dan kesehatan harus ditambah, karena kedua sektor ini sangat vital bagi kesejahteraan masyarakat. Tidak seharusnya anggaran untuk sektor-sektor ini dikurangi,” ujar Mardani melalui akun X-nya, Senin (17/2/2025).

Mardani juga menekankan bahwa dalam kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah harus bijak dalam menentukan sektor mana yang perlu dipangkas dan mana yang justru perlu mendapatkan alokasi lebih besar.

Ia mengingatkan bahwa kebijakan penghematan anggaran perlu dilakukan dengan cara yang tidak merugikan masyarakat, terutama di sektor-sektor yang menyentuh kebutuhan dasar mereka.

BACA JUGA :  Bansos Digital Mulai Diuji Coba di Banyuwangi, Mensos Sebut Bisa Hemat Rp 14 T

“Penghematan anggaran itu perlu, tetapi harus dengan pemahaman yang jelas. Mana yang bisa dipangkas dan mana yang harus ditambah, terutama untuk sektor yang langsung mempengaruhi kesejahteraan masyarakat,” tambah Mardani, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP).

Lebih lanjut, Mardani berharap agar kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah dapat menciptakan dampak positif yang nyata bagi rakyat, tanpa mengorbankan sektor-sektor penting seperti pendidikan dan kesehatan.

BACA JUGA :  Kabar Kenaikan Gaji PNS 16 Persen Ternyata Cuma Hoaks

Pemetaan anggaran yang lebih rinci dan berbasis pada kebutuhan masyarakat, menurutnya, akan sangat membantu untuk mencapai tujuan tersebut.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, BMKG Ingatkan Banjir dan Gelombang Tinggi
Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru