Zonafaktualnews.com – Isu tentang “manusia kanibal berkeliaran di Sulawesi” tengah menjadi bahan pembicaraan hangat di media sosial.
Sejumlah unggahan di Facebook menyebarkan kabar bahwa ada pria yang diklaim sebagai kanibal berkeliaran di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, bahkan disebut sudah masuk ke Sulawesi Selatan.
Narasi tersebut disertai foto tujuh pria yang diklaim sebagai manusia kanibal, membuat warganet panik dan ramai membagikan unggahan serupa.
Salah satu akun Facebook Sumarni Sadarrisal menuliskan pesan tersebut pada Minggu (12/10/2025).
“Assalamu’alaikum
Kiriman dri iparku yg tinggal di kolaka, ad ktanya di kolaka ini kemarin, singgah maketuk ketuk pintu, kalau di bukakan pintu langsung na makanki,, wee puang lindungi lah kami,, kamaneng ni sedding berita di angkalinga, da blng iparku tdk bisa ktnya di tangkap
Terus terang skrng gemeteran nah. Perlu waspada. Bkn lgi penculik anak ank tpi kanibal”

Unggahan lainnya juga menggemakan pesan serupa:
“Kacau lagi Sulawesi gara gara kanibal suda turun jalan cari mangsa bahaya suku kanibal pemakan manusia suda didapat di Pinrang.
Info terbaru ada lagi di Konut dan Sulbar, Palopo total ada 7 org yg sudah didapat datanya dan menyebar di kota kota. Sy dapat info ada jg di Kendari dengan Morowali. Takut Skali jngan sampai ada sekitar kita.
Padahal enak ji daging ayam knpa incar daging pahit yang beracun empedu hijau,”tulis unggahan akun facebook Kaka Bela.
“Hati-hati yang punya anak karena ini katanya kanibal banyak beredar di Sulawesi Selatan dan di kampung-kampung lain, haruski waspada ke anak-anak kita,” tulis unggahan akun facebook Satriyani Ani
Isu ini dengan cepat menyebar ke berbagai grup dan laman Facebook, memunculkan kepanikan di beberapa daerah.
Fakta di Balik Foto yang Beredar
Hasil penelusuran menunjukkan, foto tujuh pria yang beredar bukanlah foto pelaku kanibalisme seperti diklaim dalam unggahan tersebut.
Gambar itu ternyata identik dengan foto tujuh narapidana Lapas Kelas IIB Sorong, Papua Barat Daya, yang melarikan diri dari penjara dengan cara melubangi tembok menggunakan sendok pada 1 April 2025.
Foto itu sempat diunggah situs berita Oiko News dan dikutip oleh kantor berita Antara.

Narapidana tersebut memang sempat menjadi sorotan nasional saat peristiwa pelarian terjadi, namun tidak memiliki keterkaitan dengan tindakan kanibalisme.
Polisi Pastikan Isu Kanibal Hanya Hoaks
Pesan berantai mengenai manusia kanibal tidak hanya muncul di Kolaka, tetapi juga menyebar ke wilayah Soppeng dan Barru, Sulawesi Selatan.
Aparat kepolisian di kedua daerah tersebut dengan tegas membantah kebenarannya.
Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Dodie Ramaputra, menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan bukti atau laporan apa pun terkait aksi kanibalisme.
“Sejauh ini tidak ada temuan yang mengarah pada tindakan kanibalisme di wilayah Soppeng,” kata Dodie.
Pernyataan serupa datang dari Kasi Humas Polres Barru, Iptu Sulpakar. Ia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan di lapangan tidak menunjukkan adanya kejadian seperti narasi yang beredar di media sosial.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan langsung di lapangan. Tidak ada temuan kasus kanibal seperti yang ramai di media sosial,” ujar Sulpakar.
Polres Soppeng dan Polres Barru memastikan bahwa isu “kanibal berkeliaran” di Sulawesi adalah hoaks murni yang dipicu unggahan tidak bertanggung jawab.
Netizen Ramai Beri Komentar Tajam
Di tengah ramainya isu tersebut, warganet justru membanjiri kolom komentar dengan sindiran terhadap penyebar hoaks di media sosial.
“Sejak FB dikuasai emak-emak, banyak berita hoaks muncul demi FYP. Semiskin itukah Indonesia,” tulis salah satu netizen.
“Foto di atas itu foto sudah lama, tahanan Lapas Sorong yang waktu itu sempat kabur,” komentar pengguna lain menambahkan.
“Isu ini sebenarnya dibuat agar anak-anak tidak keluar malam. Meski hoaks, namun berguna untuk hal positif, khususnya anak. Tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya saja,” tulis netizen lainnya dengan nada reflektif.
Komentar-komentar tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat mulai kritis terhadap banjir informasi menyesatkan yang sering muncul di platform media sosial, khususnya Facebook.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi menakutkan tanpa sumber resmi.
Isu kanibal yang sempat viral di Sulawesi terbukti tidak benar dan hanya memperkeruh suasana publik.
Masyarakat diminta lebih bijak dalam bermedia sosial, memverifikasi kebenaran sebelum ikut membagikan informasi, agar tidak menjadi bagian dari penyebar berita bohong.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















