Danrem Ralat Pernyataan, Kotak Oranye di Gunung Bulusaraung Bukan Black Box ATR 42-500

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan (kiri) saat konferensi pers, sempat menyatakan kotak oranye yang ditemukan merupakan black box pesawat ATR 42-500.

Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan (kiri) saat konferensi pers, sempat menyatakan kotak oranye yang ditemukan merupakan black box pesawat ATR 42-500.

Zonafaktualnews.com – Komandan Korem (Danrem) 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, meralat pernyataannya usai konferensi pers terkait temuan kotak berwarna oranye dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Brigjen Andre Clift sempat menyampaikan bahwa kotak berukuran sekitar 20×30 sentimeter yang ditemukan pada Minggu sore diduga merupakan black box pesawat.

Setelah dilakukan pengecekan lanjutan, ia memastikan bahwa benda tersebut bukanlah kotak perekam data penerbangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah dicek kembali, itu bukan black box, hanya warnanya saja yang sama,” ujar Brigjen Andre Clift kepada awak media, Minggu (18/1/2026).

Brigjen Andre menjelaskan, kotak oranye yang ditemukan merupakan Emergency Locator Transmitter (ELT), yakni perangkat pendeteksi sinyal darurat pesawat yang berfungsi memancarkan lokasi saat terjadi kecelakaan.

BACA JUGA :  Pesawat ATR 42-500 Diduga Tabrak Gunung, Serpihan Ditemukan di Bulusaraung

Penjelasan tersebut turut diperkuat oleh Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan. Ia menyebut, secara posisi pemasangan, black box dan ELT berada di lokasi berbeda pada badan pesawat.

“Kalau black box biasanya berada di bagian belakang pesawat. Sementara yang ditemukan ini posisinya di bagian depan,” jelas Andi Sultan dalam konferensi pers yang sama.

Ia menambahkan, informasi tersebut diperoleh setelah tim melakukan konfirmasi langsung kepada personel yang pertama kali menemukan perangkat tersebut di lapangan.

Atas hasil pengecekan itu, Brigjen Andre Clift secara terbuka meluruskan informasi yang sebelumnya ia sampaikan kepada awak media dalam sesi tanya jawab.

“Jadi apa yang tadi saya sampaikan, saya ralat. Berdasarkan penelitian lebih mendalam, itu bukan black box. Terima kasih,” tutupnya.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melanjutkan proses pencarian dan evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 dengan mempertimbangkan faktor keselamatan mengingat medan yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.

BACA JUGA :  Pesawat ATR 42-500 Diperkirakan Hilang Kontak di Sekitar Leang-leang Maros

Diberitakan sebelumnya, black box pesawat ATR 42-500 akhirnya berhasil ditemukan dalam radius sekitar 700 meter dari puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, setelah melalui operasi pencarian intensif yang melibatkan tim SAR gabungan, TNI, dan Polri.

Penemuan perangkat vital tersebut menjadi titik penting dalam upaya mengungkap penyebab jatuhnya pesawat di kawasan pegunungan dengan medan ekstrem tersebut.

Kotak hitam ditemukan di sekitar area serpihan utama pesawat dalam operasi pencarian lanjutan yang dilakukan sejak pagi hari.

“Alhamdulillah tim gabungan TNI-Polri dan Basarnas, pada pukul 15.00 Wita tim 3 SAR telah menemukan black box pesawat yang jatuh,” ujar Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, dalam konferensi pers, Minggu (18/1/2026).

BACA JUGA :  Perangkat Oranye Diduga Black Box ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung

Usai ditemukan, black box langsung diamankan oleh petugas dan selanjutnya akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dilakukan analisis lebih lanjut.

Perangkat berwarna oranye khas perekam data penerbangan itu tampak dibawa petugas dengan pengawalan ketat di hadapan awak media. Di dalamnya tersimpan Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam data teknis penerbangan serta percakapan awak kokpit sebelum insiden nahas terjadi.

Tim SAR menyatakan proses evakuasi kotak hitam dilakukan dengan tingkat kehati-hatian tinggi, mengingat kondisi lokasi berada di lereng curam, dikelilingi jurang, serta cuaca berkabut dengan jarak pandang terbatas.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, BMKG Ingatkan Banjir dan Gelombang Tinggi
Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru