Batu Hitam Diduga Meteor Ditemukan Warga Usai Dentuman Keras Guncang Jawa

Kamis, 9 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kolase - Cahaya bola api melintas di langit Cirebon (kiri) dan Warga Tegal, Wasroni, memegang batu hitam yang diduga meteor (kanan).

Foto kolase - Cahaya bola api melintas di langit Cirebon (kiri) dan Warga Tegal, Wasroni, memegang batu hitam yang diduga meteor (kanan).

Zonafaktualnews.com – Pasca dentuman keras mengguncang sebagian wilayah Pulau Jawa pada Minggu (5/10/2025) malam, warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menemukan batu hitam yang diduga meteor.

Bongkahan batu seberat sekitar tiga kilogram itu ditemukan di pekarangan rumah Wasroni (41), warga Desa Jatilaba, Kecamatan Margasari.

Fenomena tersebut terjadi hampir bersamaan dengan laporan meteor jatuh di Laut Jawa yang sempat menghebohkan warga Cirebon, Jawa Barat hingga Tegal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada suara dentuman sampai lima kali. Sumbernya dari arah utara, getarannya terasa,” ujar Wasroni kepada awak media, Rabu (8/10/2025).

Wasroni menceritakan, awalnya ia keluar rumah untuk mencari sumber suara ledakan keras itu. Tak lama, seorang anak tetangganya, Ibnu (11), berteriak memanggilnya setelah melihat cahaya dari langit yang jatuh ke pekarangan rumah.

BACA JUGA :  Detik-detik Meteor Jatuh Terekam Kamera, Warga Cirebon Heboh

“Pas saya dekati, tanahnya berlubang dan batunya masih hangat. Saya pegang sendiri, nggak takut,” kata Ibnu polos.

Batu yang ditemukan berwarna hitam pekat dengan permukaan agak kasar. Karena penasaran, Wasroni kemudian membawa batu itu ke dalam rumah.

“Banyak yang datang malam itu. Ada yang foto, ada juga yang bilang mau beli kalau itu benar batu meteor,” tuturnya.

Hingga kini, batu tersebut masih disimpan Wasroni. Ia tidak menutup kemungkinan untuk menjualnya jika ada kolektor yang berminat.

Kepala Desa Jatilaba, Jumadi, membenarkan peristiwa itu.

“Warga kami menemukan benda yang diduga batu meteor. Waktu itu memang terdengar suara keras sekali,” ucapnya.

BACA JUGA :  Modus Rekrutmen Polri, Eks Kapolsek dan Polisi Tipu Tukang Bubur

Jumadi menambahkan, belum ada pihak dari lembaga resmi seperti LAPAN atau BMKG yang memeriksa batu tersebut.

“Tapi kami menduga kuat itu meteor, karena banyak warga yang juga mendengar suara ledakan dari berbagai daerah, termasuk Brebes, Pemalang, bahkan Cirebon,” katanya.

Sebelumnya, jagat media sosial ramai oleh rekaman video bola api yang melintas di langit Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Video amatir warga memperlihatkan cahaya putih keoranyean melesat cepat sebelum menghilang dan diikuti suara dentuman keras.

“Tak lama kemudian dentuman keras terdengar hingga tanah bergetar, membuat warga panik dan berbondong-bondong keluar rumah untuk mencari,” tulis akun X @Banyulangit__1.

BACA JUGA :  Kasus Pembunuhan 2016 Tak Tuntas, Kisah Vina Difilmkan

Sejumlah warga di Kecamatan Lemahabang dan sekitar Tol Ciperna juga mengaku melihat bola api besar sebelum ledakan terdengar.

“Meteor terlihat di langit Tegal, Brebes, dan akhirnya jatuh di wilayah Cirebon,” tulis akun @MurtadhaOne1.

Sementara itu, profesor riset astronomi dan astrofisika dari BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa meteor yang terlihat di langit Cirebon memang jatuh di perairan Laut Jawa.

“Ketika memasuki atmosfer yang lebih rendah menimbulkan gelombang kejut berupa suara dentuman dan terdeteksi oleh BMKG Cirebon pukul 18.39.12 WIB. Meteor jatuh di Laut Jawa,” tulis Thomas melalui akun Instagram @t_djamal.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, BMKG Ingatkan Banjir dan Gelombang Tinggi
Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru