Bahaya Makan Manis Berlebihan Saat Berbuka Puasa

Senin, 3 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi Bahaya Makan Manis Berlebihan Saat Berbuka Puasa

Foto Ilustrasi Bahaya Makan Manis Berlebihan Saat Berbuka Puasa

Jargon “berbukalah dengan yang manis” menjadi populer setiap Ramadan. Konsumsi makanan manis saat berbuka puasa memang dianjurkan untuk mengembalikan kadar gula darah yang menurun setelah seharian berpuasa.

Tak heran, takjil seperti kolak, es buah, dan berbagai minuman manis selalu menjadi incaran saat waktu berbuka tiba. Namun, mengonsumsi makanan manis secara berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Kelebihan gula dalam tubuh dapat menyebabkan terganggunya kadar gula darah yang tiba-tiba, meningkatkan risiko obesitas, diabetes, serta gangguan metabolisme lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa Berbuka dengan yang Manis?

Saat berpuasa, tubuh kehilangan cadangan energi, terutama gula darah yang digunakan untuk beraktivitas. Makanan manis seperti kurma mengandung glukosa alami yang mudah diserap tubuh, sehingga dapat segera mengembalikan energi yang hilang.

BACA JUGA :  Mana yang Didahulukan: Takjil, Salat Magrib, atau Makan Berat? Begini Penjelasan Buya Yahya

Rasulullah SAW sendiri terbiasa berbuka dengan kurma basah (ruthab) atau kurma kering (tamr), dan jika tidak ada, beliau berbuka dengan air putih (HR. Ahmad, Abu Dawud).

Meskipun tidak ada dalil yang secara eksplisit mengisyaratkan konsumsi makanan manis, sebagian ulama berpendapat bahwa berbuka dengan kurma adalah cara terbaik untuk mengembalikan energi tanpa risiko berlebihan.

Dampak Buruk Konsumsi Gula Lebihan

Meski gula bermanfaat, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis saat berbuka dapat membawa dampak negatif, seperti:

  1. Lonjakan Gula Darah
    Makanan manis yang dikonsumsi berlebihan bisa membuat kadar gula darah naik drastis, lalu turun secara cepat. Ini bisa menyebabkan tubuh mudah lelah dan mengantuk setelah berbuka.

  2. Risiko Diabetes
    Konsumsi gula yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, yang dalam jangka panjang bisa memicu diabetes tipe 2.

  3. Gangguan Pencernaan
    Minuman dan makanan manis dapat memperlambat pencernaan dan menyebabkan perut kembung, terutama jika dikombinasikan dengan makanan pedas.

  4. Obesitas dan Penyakit Jantung
    Asupan gula berlebihan dapat menyebabkan penumpukan lemak, meningkatkan risiko obesitas, serta memicu penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

BACA JUGA :  Kurma, Solusi Aman untuk Penderita GERD saat Berbuka Puasa

Batas Konsumsi Gula yang dihamparkan

Agar tetap sehat saat berpuasa, konsumsi gula perlu dibatasi. WHO merekomendasikan asupan gula harian tidak lebih dari 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari.

Disarankan, konsumsi gula dibagi dalam dua waktu, misalnya:

  • Saat berbuka: 2–3 sendok makan (dari kurma, madu, atau minuman manis)
  • Saat sahur: 1–2 sendok makan agar tidak mudah lapar saat berpuasa
BACA JUGA :  Mana yang Didahulukan: Takjil, Salat Magrib, atau Makan Berat? Begini Penjelasan Buya Yahya

Tips Berbuka dengan Makanan Manis yang Sehat

  • Pilih makanan manis alami seperti kurma atau buah-buahan segar.
  • Kurangi gula tambahan dalam minuman seperti teh manis atau es buah.
  • Hindari takjil yang mengandung banyak pemanis buatan.
  • Kombinasikan makanan manis dengan serat dan protein agar kenyang lebih lama.

Berbuka dengan yang manis memang bermanfaat, tetapi harus dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Mengontrol asupan gula saat berbuka puasa dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, menghindari terjadinya gula darah, serta mencegah risiko penyakit kronis.

Jadi, pastikan tetap bijak dalam memilih takjil agar ibadah puasa tetap menyehatkan!

 

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, BMKG Ingatkan Banjir dan Gelombang Tinggi
Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru