Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras, Polisi Diminta Usut Tuntas

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkap layar rekaman CCTV yang menunjukkan momen setelah aktivis KontraS Andrie Yunus diserang dengan cairan diduga air keras oleh pelaku yang datang berboncengan di Salemba, Jakarta Pusat.

Tangkap layar rekaman CCTV yang menunjukkan momen setelah aktivis KontraS Andrie Yunus diserang dengan cairan diduga air keras oleh pelaku yang datang berboncengan di Salemba, Jakarta Pusat.

Zonafaktualnews.com – Aktivis KontraS yang juga menjabat sebagai Wakil Koordinator, Andrie Yunus, menjadi korban serangan penyiraman cairan yang diduga air keras oleh dua orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (12/3/2026).

Insiden tersebut terjadi ketika Andrie sedang mengendarai sepeda motor. Secara tiba-tiba, dua orang pelaku yang berboncengan datang dari arah berlawanan dan mendekati korban sebelum salah satu dari mereka menyiramkan cairan berbahaya ke arah tubuh Andrie.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal yang dihimpun lembaganya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat korban melintas di Jalan Salemba I menuju arah Talang, Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekitar pukul 23.37 WIB Andrie Yunus sedang mengendarai sepeda motor miliknya di ruas Jalan Salemba I menuju Talang. Kemudian dua orang pelaku mendekat dari arah berlawanan di kawasan Jalan Talang atau Jembatan Talang dengan menggunakan satu sepeda motor,” ujar Dimas dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2026)

Dimas menyebutkan, kedua pelaku diduga menggunakan sepeda motor matic jenis Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021.

BACA JUGA :  Pria di Makassar yang Siram Mantan dengan Air Keras Ditangkap Polisi

Keduanya merupakan laki-laki yang berboncengan, dengan satu orang bertindak sebagai pengendara dan satu lainnya diduga sebagai pelaku penyiraman.

“Pengendara motor mengenakan kaos kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga jeans, serta helm berwarna hitam. Sementara pelaku yang duduk di belakang menggunakan penutup wajah seperti buff hitam yang menutupi sebagian wajah, kaos biru tua, dan celana panjang biru yang digulung hingga pendek,” jelas Dimas.

Saat berada sangat dekat dengan korban, salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh Andrie Yunus.

Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan dan kehilangan kendali hingga sepeda motor yang dikendarainya terjatuh.

Setelah kejadian itu, Andrie segera dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang dalam peristiwa tersebut.

KontraS menduga kuat serangan tersebut berkaitan dengan aktivitas advokasi yang dilakukan Andrie Yunus sebagai pembela hak asasi manusia.

BACA JUGA :  Aktivis Diserang Air Keras, PERMAHI Curiga Ada Dalang di Balik Oknum BAIS TNI

Menurut Dimas, penyiraman air keras kerap digunakan sebagai bentuk intimidasi terhadap individu yang menyuarakan kritik atau melakukan advokasi terhadap berbagai persoalan publik.

“Kami menilai tindakan ini sebagai bentuk upaya untuk membungkam suara kritis masyarakat sipil, khususnya pembela HAM,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa aktivitas pembela HAM sebenarnya telah dijamin oleh berbagai regulasi di Indonesia.

Di antaranya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menjamin partisipasi masyarakat dalam penegakan HAM, serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 mengenai Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Selain itu, perlindungan terhadap pembela HAM juga diatur dalam Peraturan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Prosedur Perlindungan Pembela HAM.

Dimas menambahkan, sebelum peristiwa tersebut terjadi, Andrie Yunus diketahui menjalani sejumlah aktivitas advokasi.

Pada Kamis sore sekitar pukul 15.30 WIB, ia meninggalkan kantor KontraS untuk menghadiri pertemuan di kantor Celios guna membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta terkait Aksi Agustus 2025.

BACA JUGA :  Pria di Makassar yang Siram Mantan dengan Air Keras Ditangkap Polisi

Setelah itu, Andrie juga sempat melakukan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

KontraS juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Andrie Yunus beberapa kali mengalami intimidasi dan teror, terutama setelah terlibat dalam aksi penolakan terhadap rancangan revisi Undang-Undang TNI pada Maret 2025.
Atas kejadian tersebut,

KontraS mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas pelaku serta mengungkap motif di balik serangan tersebut yang dinilai berpotensi mengancam keselamatan pembela HAM.

“Serangan dengan penyiraman air keras dapat menimbulkan luka serius bahkan berpotensi mengakibatkan kematian. Karena itu pelaku harus diproses hukum dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya,” ujar Dimas.

Ia menambahkan, tindakan tersebut berpotensi dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 459 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang mengatur pidana berat terhadap percobaan pembunuhan berencana.

KontraS menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan perlindungan terhadap para pembela HAM, sehingga aktivitas advokasi dan pengawasan publik terhadap kekuasaan dapat berlangsung tanpa ancaman, intimidasi, maupun kekerasan.

Editor: Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Menyeramkan! Langit di Australia Barat Tiba-tiba Memerah Seperti Darah
Sempat Pamer Mesra, Selebgram Clara Shinta Bongkar Borok Suami “Mokondo”
Heboh, Hujan Es Guyur Lembah Napu di Poso, Warga Rekam Fenomena Langka
Donald Trump Murka, Sebut NATO “Macan Kertas” di Tengah Perang Iran
Oknum Ekspedisi di Makassar Serang Balik Bongkar Dugaan Skandal Istri dengan ASN
Kuasa Hukum Wabup Gowa Bantah Punya Utang Miliaran ke Pengusaha Konstruksi
Kepergok Tiduri Istri Orang, Oknum Ustaz di Karawang Babak Belur Dihajar Warga
Heboh, Oknum Ekspedisi dan Wanita Bercadar di Makassar Kepergok Selingkuh

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:14 WITA

Menyeramkan! Langit di Australia Barat Tiba-tiba Memerah Seperti Darah

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:03 WITA

Sempat Pamer Mesra, Selebgram Clara Shinta Bongkar Borok Suami “Mokondo”

Senin, 30 Maret 2026 - 09:54 WITA

Heboh, Hujan Es Guyur Lembah Napu di Poso, Warga Rekam Fenomena Langka

Senin, 30 Maret 2026 - 08:12 WITA

Donald Trump Murka, Sebut NATO “Macan Kertas” di Tengah Perang Iran

Minggu, 29 Maret 2026 - 02:51 WITA

Oknum Ekspedisi di Makassar Serang Balik Bongkar Dugaan Skandal Istri dengan ASN

Berita Terbaru