Ahmad Sahroni “Ditendang” dari Wakil Ketua Komisi III, Kini Jadi Anggota Biasa

Jumat, 29 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Sahroni (Instagram)

Ahmad Sahroni (Instagram)

Zonafaktualnews.com – Ahmad Sahroni, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, kini “ditendang” dari posisinya dan dialihkan menjadi anggota biasa di Komisi I.

Posisi Wakil Ketua Komisi III kini diisi oleh kader NasDem, Rusdi Masse Mappasessu.

Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kinerja fraksi dan menegakkan semangat Restorasi Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin setiap kader bekerja sesuai kapasitas terbaiknya untuk rakyat. Itulah semangat restorasi yang terus kami jalankan,” ujar Viktor dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8/2025).

Rotasi ini sekaligus menanggapi kontroversi pernyataan Sahroni yang sempat menyebut pihak-pihak yang ingin membubarkan DPR sebagai “orang paling tolol sedunia”, yang memicu kecaman luas di media sosial.

BACA JUGA :  Prabowo Ucapkan Belasungkawa dan Instruksikan Penyelidikan Tuntas Kasus Ojol Tewas

NasDem menegaskan penempatan baru ini bukan semata-mata sebagai sanksi, tetapi bagian dari upaya memastikan setiap kader bekerja secara optimal sesuai bidang tugasnya, menjaga soliditas internal, dan menjawab tantangan kebangsaan.

Dengan dialihkannya Sahroni ke Komisi I, fokusnya kini beralih pada urusan pertahanan, luar negeri, dan intelijen, sementara Komisi III tetap mengawasi institusi penegak hukum, termasuk Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal NasDem untuk menegaskan politik yang adaptif dan responsif terhadap dinamika publik.

Sebelumnya, kericuhan besar yang terjadi dalam demo gabungan mahasiswa dan buruh selama dua hari terakhir di gedung DPR RI menelan korban jiwa.

BACA JUGA :  Nyali Anies Mulai Keluar Sindir Kubu Lawan Soal Pencitraan

Seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas dilindas mobil rantis barracuda milik Brimob yang melaju kencang di tengah kerumunan massa, di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Puluhan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Netizen ramai-ramai menuding Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, serta beberapa anggota DPR lainnya, termasuk Eko Patrio dan Uya Kuya, sebagai biang kerok kerusuhan ini.

Menurut mereka, pernyataan dan sikap anggota DPR tersebut telah memicu kemarahan rakyat.

Konten kreator Ferry Irwandi menyoroti peran Sahroni dalam kekacauan ini.

“Ingat @ahmadsahroni88, mulut sampah anda punya andil besar dari semua rangkaian buruk dan duka ini. Nyawa yang melayang, korban yang terluka, dan keluarga yang ditinggalkan,” tulis Ferry dalam postingannya pada Jumat (29/8/2025).

BACA JUGA :  Massa Mengamuk, Rumah Uya Kuya dan Eko Patrio Dirusak dan Dijarah

Ferry menegaskan, meski Sahroni kaya atau berpengaruh, ia tetap harus bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi dan siap menantangnya di podcast maupun pengadilan.

Selain Sahroni, warganet juga menyoroti perilaku anggota DPR lainnya seperti Eko Patrio dan Uya Kuya.

Keduanya sempat viral di media sosial karena menari di gedung DPRD usai sidang paripurna, meski aksi mereka dianggap menantang rakyat dan tidak menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat yang memicu demo.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, BMKG Ingatkan Banjir dan Gelombang Tinggi
Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru