Terungkap Oknum Guru Ngaji di TPA Babussalam Makassar Akui Perbuatannya

Kamis, 27 Februari 2025 - 21:36 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Masjid Babussalam Borong Makassar

Masjid Babussalam Borong Makassar

Zonafaktualnews.com – Kasus pencabulan yang mengguncang TPA Babussalam Borong, Kota Makassar, mulai terungkap.

Pelaku, seorang remaja berinisial IN (15), yang berperan sebagai oknum guru ngaji dan kerap dipanggil ustaz di TPA tersebut, mengakui perbuatannya.

IN diduga mencabuli seorang anak laki-laki berusia 9 tahun berinisial A yang merupakan muridnya sendiri.

“Iyye pak, pelakunya mengakui semua perbuatannya,” ujar Penyidik Polrestabes Makassar, Briptu Awal, yang dikonfirmasi oleh zonafaktualnews.com melalui WhatsApp pada Kamis (27/2/2025).

Penyidik menegaskan bahwa meskipun pelaku masih berstatus pelajar, kasus ini akan diproses secara hukum tanpa kompromi.

“Kami pastikan kasus ini akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Tinggal menunggu hasil visum, maka kasus ini akan naik,” tegasnya.

Orang Tua Korban Menuntut Keadilan

Orang tua korban, berinisial SH (45), menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh ditutup-tutupi.

Ia pun menuntut agar pihak berwenang menindak tegas pelaku dan memastikan bahwa kasus ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Anak saya adalah korban, pelakunya adalah seorang guru ngaji berinisial IN,” ujar ayah korban yang dikonfirmasi usai konferensi pers di salah satu Warkop Makassar pada Kamis (27/2/2025).

SH meminta agar kasus pedofilia ini diproses secara hukum hingga pelaku ditangkap dan dipenjarakan.

Ia juga meminta pihak Yayasan TPA untuk tidak melindungi pelaku hanya karena statusnya sebagai oknum yang dihormati.

BACA JUGA :  Dendam Lama Berujung Tragedi, Kakak Tikam Adik hingga Tewas di Makassar

“Pihak Yayasan harus transparan. Ini adalah aib yang tidak bisa dilindungi atau ditutup-tutupi. Saya juga didukung oleh ormas yang meminta agar kasus ini diungkap secara terang-terangan karena ini adalah kejahatan,” jelasnya.

SH menolak segala upaya damai dalam kasus ini. Ia juga meminta orang tua murid untuk segera melaporkan jika ada anak yang mengalami pelecehan.

“Kami menolak upaya damai. Saya tidak mau ada perdamaian karena ini adalah kasus yang sangat memalukan. Orang tua murid juga harus melaporkan jika ada anak yang mengalami hal serupa,” tegasnya.

Meskipun pelaku masih berstatus pelajar, keluarga korban menganggapnya sebagai seorang ustaz karena ia bertanggung jawab mengajar di TPA.

“Di mata anak-anak, dia adalah pak ustaz. Statusnya sebagai pelajar tidak mengubah fakta bahwa dia adalah figur yang seharusnya melindungi, bukan mencelakakan,” ujar ibu korban berinisial AI yang dikonfirmasi terpisah oleh zonafaktualnews.com pada Rabu (26/2/2025).

Terungkap Oknum Guru Ngaji di TPA Babussalam Makassar Akui Perbuatannya
SH, orang tua korban saat menggelar konferensi pers di salah satu warkop Makassar

Kasus Terungkap Berkat Informasi dari Warga

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban mendapatkan informasi dari beberapa ibu-ibu di tempat futsal wilayah Borong pada Minggu, 16 Februari 2025.

Saat itu, ibu korban mendengar kabar bahwa oknum ustaz di TPA Babussalam tersebut dinilai kurang baik.

“Ibu-ibu itu mengatakan kepada saya, ‘Mengapa anak ibu dibiarkan bergaul dengan oknum ustaz itu?’ Dari informasi itu, saya pun bertanya kepada anak saya dengan baik-baik. Akhirnya, anak saya mengaku bahwa dia diperlakukan tidak senonoh oleh oknum ustaz tersebut,” ujar ibu korban  berinisial AI.

BACA JUGA :  Terekam CCTV, Maling Helm Kerap Beraksi di Warkop Panakkukang Makassar

Ia menambahkan bahwa anaknya baru berani menceritakan kejadian tersebut setelah dibujuk.

“Anak saya ini baru mengatakan setelah saya bujuk, ternyata kasus ini sudah 3 tahun disembunyikan namun baru terungkap,” katanya.

Selain itu, orang tua korban juga mengatakan bahwa perbuatan bejat tersebut dilakukan oleh oknum ustaz terhadap korban berkali-kali.

“Saya bertanya kepada anak saya, berapa kali ustaz itu melakukan sodomi padanya. Satu kali, dua kali, atau 3 kali? Anak saya menjawab, ‘Tak bisakah hitung, ibu.’ Itu dia bilang,” kata AI.

“Jadi anak saya itu sempat diancam juga untuk tidak memberitahukan persoalan ini,” sambungnya.

Keluarga korban berharap kasus ini dapat diselesaikan secara hukum tanpa ada upaya untuk menutupi kejahatan tersebut.

“Kami menginginkan keadilan untuk anak kami. Pelaku harus ditangkap dan tidak boleh dilindungi oleh siapa pun,” tegasnya.

Pihak Yayasan Belum Memberikan Klarifikasi

Sementara itu, pemilik Yayasan Babussalam berinisial SR, yang dikonfirmasi, belum memberikan tanggapan terkait kasus tersebut.

Konfirmasi terpisah juga dilakukan kepada pemilik Yayasan Babussalam yang sekaligus merupakan anggota DPRD Sulsel, Hj. HN, namun hingga kini belum ada klarifikasi yang diberikan.

BACA JUGA :  Babak Baru Perseteruan AAS Building, Wawan Nur Rewa Diperiksa Sebagai Saksi

Pengumuman dari Pihak Masjid

Berdasarkan informasi yang diterima oleh zonafaktualnews.com, Dewan Kemakmuran Masjid Babussalam Borong, Makassar, mengeluarkan surat edaran yang mengumumkan penghentian sementara kegiatan pembelajaran di TPA/TPQ.

“Sehubungan dengan adanya kejadian yang sangat disayangkan mengenai perilaku yang tidak terpuji yang terjadi di lingkungan TPA/TPQ Masjid Babussalam, kami merasa perlu untuk mengambil langkah-langkah yang tegas guna menjaga kemuliaan, kenyamanan, keamanan Masjid Babussalam serta memastikan bahwa lingkungan TPA/TPQ tetap menjadi tempat mendidik yang bermanfaat.”

“Untuk itu, dengan berat hati kami memberitahukan bahwa kegiatan TPA/TPQ Masjid Babussalam dihentikan/ditutup terhitung mulai 27 Februari 2025 hingga pemberitahuan lebih lanjut.”

“Kami mohon kerjasama dan pengertian atas keputusan ini. Adapun kegiatan-kegiatan yang dihentikan meliputi semua proses pembelajaran di TPA/TPQ Masjid Babussalam. Demikian pengumuman ini kami buat, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.” Demikian bunyi pengumuman tersebut yang beredar pada Kamis (27/2/2025).

Kendati demikian, media ini membuka ruang klarifikasi bagi pihak TPA Babussalam untuk memberikan tanggapan atau penjelasan lebih lanjut.

 

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang
Truk Dilarang Isi BBM Siang Hari di Makassar, Satgas BBM Diminta Sikat Bila Langgar
Kebijakan Pengisian BBM di Makassar Berlaku, Plat Nomor Ganjil Genap Diatur
Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia
Sulsel Dilanda Kelangkaan Solar, GRH Sebut Ini Kejahatan Ekonomi Terorganisir
Antrean BBM Tak Surut di Makassar, Warga Bertahan hingga Waktu Subuh
BBM Langka, Disdik Makassar Alihkan Pembelajaran TK, SD-SMP Jadi Daring
Berawal dari Senggol Nama Ortu, 2 Pengantre BBM di Bone Saling Sabet Badik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 01:58 WITA

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang

Minggu, 13 September 2026 - 22:03 WITA

Truk Dilarang Isi BBM Siang Hari di Makassar, Satgas BBM Diminta Sikat Bila Langgar

Minggu, 13 September 2026 - 17:39 WITA

Kebijakan Pengisian BBM di Makassar Berlaku, Plat Nomor Ganjil Genap Diatur

Minggu, 13 September 2026 - 16:26 WITA

Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia

Sabtu, 12 September 2026 - 07:57 WITA

Sulsel Dilanda Kelangkaan Solar, GRH Sebut Ini Kejahatan Ekonomi Terorganisir

Berita Terbaru