Zonafaktualnews.com – Iran mengerahkan rudal hipersonik Fattah 2 dalam eskalasi terbaru konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Media pemerintah di Teheran merilis rekaman peluncuran senjata canggih ini sebagai bagian dari operasi balasan terhadap serangan udara gabungan yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv, di tengah konflik yang kian meluas di kawasan Asia Barat.
Menurut pernyataan resmi dari juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Brigjen Ali Mohammad Naeini, lebih dari 650 tentara Amerika diklaim tewas atau terluka hanya dalam dua hari pertama serangan balasan tersebut.
Operasi yang dinamakan True Promise 4 itu, menurut Naeini, menargetkan sejumlah pangkalan militer dan kapal perang AS di wilayah Teluk Persia menggunakan kombinasi rudal, drone, dan sistem serangan presisi lainnya.
Salah satu sasaran utama yang disebutkan adalah markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain, yang menurut klaim Iran dihantam berulang kali dengan sekitar 160 personel dikabarkan menjadi korban dari satu serangan di fasilitas tersebut.
Selain itu, sebuah kapal logistik tempur AS juga dilaporkan mengalami kerusakan signifikan.
IRGC bahkan menyatakan telah meluncurkan empat rudal jelajah ke arah kapal induk USS Abraham Lincoln, yang saat itu berada sekitar 250–300 kilometer dari pantai Chabahar di Iran tenggara.
Setelah serangan itu, kapal induk tersebut diklaim mundur ke Samudra Hindia bagian tenggara.
Pernyataan Iran menegaskan bahwa jumlah korban bisa saja dibantah oleh pihak AS, tetapi menurut mereka, angka tersebut telah dikonfirmasi melalui laporan intelijen dan kondisi di medan perang.
“Wajar jika Amerika menyangkal atau menyembunyikan korban jiwa ini,” ujar Naeini, sembari menegaskan bahwa data mereka berasal dari pemantauan di lapangan. Rabu (4/3/2026).
Selain sasaran-sasaran militer Amerika, rudal hipersonik dan serangan lainnya juga dilaporkan menyasar wilayah Israel, termasuk fasilitas komando Israel, sebagai bagian dari respons Teheran terhadap serangan sebelumnya.
Sementara itu, pernyataan resmi dari pemerintah AS dan Israel menyebutkan jumlah korban tewas sejauh ini tercatat enam orang, jauh di bawah klaim yang disampaikan pihak Iran.
Ketegangan ini berlangsung sebagai bagian dari konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, yang telah menarik perhatian dan reaksi dari berbagai negara serta memicu kekhawatiran akan potensi meluasnya bentrokan antara kekuatan besar di kawasan tersebut.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















