Zonafaktualnews.com – Kasus di mana seorang lelaki hidung belang gagal membayar jasa pekerja seks komersial (PSK) ternyata tidak bisa diproses secara pidana.
Meski secara moral kerap menuai kecaman masyarakat, hukum menegaskan bahwa perbuatan tersebut tidak dapat dijerat pasal penipuan Pasal 378 KUHP.
Konsultan hukum, Siko Aryo Widianto, menegaskan bahwa alasan utamanya adalah hubungan yang terjadi dianggap tidak memenuhi syarat sebagai perjanjian sah menurut hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam praktiknya, banyak masyarakat yang bertanya-tanya soal kasus seperti ini, misalnya seorang lelaki hidung belang yang sudah melakukan hubungan badan dengan PSK atas dasar suka sama suka, namun kemudian tidak membayar sesuai kesepakatan awal. Misalnya, tarif yang disepakati Rp 3 juta hanya dibayarkan Rp 2 juta.
“Banyak yang bertanya, apakah kondisi seperti ini bisa dilaporkan dengan pasal penipuan Pasal 378 KUHP? Jawabannya tidak bisa,” kata Siko dalam Instagramnya, dikutip Minggu (25/1/2026).
Lebih jauh, Siko menjelaskan bahwa merujuk pada Pasal 1320 KUH Perdata, sebuah perjanjian harus memiliki sebab yang halal agar dapat diakui secara hukum.
Sementara itu, transaksi seksual berbayar dengan PSK tidak dianggap halal menurut hukum.
“Kejahatan tanpa adanya korban. Victimless crime,” jelasnya.
Meskipun secara faktual ada pihak yang merasa dirugikan, hukum tidak mengakui adanya perjanjian yang bisa dilindungi.
“Jadi kalau wanita ini atau perempuan ini melaporkan pidana ke kantor polisi karena tidak dibayar sesuai dengan kesepakatan, jelas polisi tidak akan menerima laporannya, tidak akan memproses,” pungkas Siko.
Kendati begitu, PSK harus mesti waspada bila ada pria hidung belang yang gagal membayar, karena kerugian secara faktual tetap terjadi.
Satu-satunya cara aman adalah berhenti menjadi PSK, sehingga risiko ditipu atau dirugikan secara finansial bisa dihindari sepenuhnya.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















