Zonafaktualnews.com – Fenomena langit berwarna merah pekat yang terlihat menyeramkan terjadi di wilayah Australia Barat.
Peristiwa alam yang tidak biasa tersebut terlihat di kawasan Shark Bay pada 27 Maret 2026, saat Topan Tropis Narelle mendekati wilayah pesisir.
Warga setempat sempat dihebohkan dengan perubahan warna langit yang mendadak menjadi merah gelap seperti darah.
Fenomena tersebut terjadi sebelum siklon menghantam wilayah Australia Barat dan sempat terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial.
Menurut penjelasan ahli meteorologi dari Bureau of Meteorology, perubahan warna langit tersebut disebabkan oleh badai debu yang terbawa angin kencang dari siklon.
Angin kuat mengangkat debu dari daratan yang kering dan mengandung zat besi, lalu menyebarkannya ke atmosfer hingga mencapai wilayah pesisir seperti Shark Bay.
“Narelle mengangkat debu dari lanskap dan mendorongnya ke wilayah seperti Shark Bay,” ujar meteorolog Jessica Lingard.
Partikel debu berwarna kemerahan yang beterbangan di udara kemudian memengaruhi penyebaran cahaya Matahari.
Saat cahaya Matahari melewati partikel debu tersebut, warna merah menjadi lebih dominan sehingga langit terlihat merah pekat, terutama saat pagi atau sore hari.
“Angin kencang, tanah kering, dan kondisi yang tepat menciptakan fenomena ini,” jelasnya.
Fenomena ini memang tergolong jarang terjadi karena membutuhkan kombinasi kondisi tertentu, seperti angin sangat kencang, tanah kering, serta jumlah debu yang cukup banyak di udara.
Meski terlihat dramatis dan menyeramkan, fenomena langit merah tersebut sebenarnya tidak berbahaya secara langsung.
Kendati demikian, debu yang terbawa angin dapat memengaruhi kualitas udara dan mengurangi jarak pandang.
Partikel debu halus juga berpotensi berdampak pada kesehatan, terutama bagi orang yang memiliki gangguan pernapasan.
Sementara itu, Topan Tropis Narelle sendiri tergolong badai yang cukup langka karena jalurnya yang tidak biasa.
Badai ini bahkan tercatat sebagai sistem cuaca pertama dalam lebih dari 20 tahun yang melintasi beberapa wilayah Australia dalam satu perjalanan.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















