Mahasiswa di Makassar Tewas Dibusur Usai Diserang Komplotan Geng Motor

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Mahasiswa di Makassar Tewas Dibusur Usai Diserang Komplotan Geng Motor

Aparat kepolisian bersama tim medis saat melakukan evakuasi dan olah TKP di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Makassar. (Foto: Polrestabes Makassar)

Zonafaktualnews.com – Aksi brutal yang diduga dilakukan komplotan geng motor kembali memakan korban jiwa di Kota Makassar.

Seorang mahasiswa berinisial M.A.M (24) meninggal dunia setelah terkena serangan busur dan senjata tajam dalam insiden yang terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (4/10/2026) dini hari.

Dalam peristiwa tersebut, satu korban lainnya, M.F.SM (17), yang masih berstatus pelajar, mengalami luka serius dan saat ini masih menjalani perawatan medis.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, M.A.M merupakan warga Perumnas Sudiang, Jalan Mamuju 5, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya.

Sementara M.F.SM berdomisili di Permata Sudiang Raya Blok I Nomor 10, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya.

Akibat serangan itu, M.A.M mengalami luka robek di bagian belakang kepala yang diduga akibat tebasan parang.

Selain itu, anak panah busur ditemukan masih tertancap di bagian kepalanya. Sedangkan M.F.SM mengalami luka robek pada bagian kepala dan punggung.

BACA JUGA :  14 Warung Makan di Biringkanaya Makassar Hangus Terbakar

Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar, AKP Fajar Achmad, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh sekelompok pengendara motor hingga menyebabkan satu korban meninggal dunia.

“Benar ada satu orang meningal dalam peristiwa penyerangan sekelompok pengendara motor dan satu orang mengalami luka berat yang terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar, Minggu (4/10/2026) dini hari,” kata AKP Fajar.

Sementara itu, AKP Jafar Achmad menjelaskan bahwa penyidik Polsek Biringkanaya telah bergerak melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.

Tiga saksi yang telah diperiksa masing-masing Arif (21), Angga (24), dan Taufik (22), yang seluruhnya berdomisili di Kecamatan Biringkanaya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para saksi saat itu tengah berkumpul di kawasan Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Pai, sekitar pukul 02.00 WITA.

BACA JUGA :  Banjir Rendam Biringkanaya Makassar, Puluhan Warga Terpaksa Mengungsi

Tidak lama kemudian, mereka didatangi sekelompok pengendara yang menggunakan sekitar 12 unit sepeda motor sambil membawa senjata tajam jenis parang dan busur.

Melihat situasi tersebut, kelompok saksi berusaha melakukan perlawanan hingga terjadi aksi kejar-kejaran ke arah wilayah Kabupaten Maros.

“Ketika di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, sepeda motor yang dikendarai Arif berboncengan tiga bersama Nizar dan Korban M.A.M terlibat kecelakaan lalu lintas, bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai Angga yang berboncengan dengan Korban M. F.SM,” ucap AKP Jafar Achmad.

Menurut polisi, komplotan pengendara motor yang diduga berasal dari wilayah Kabupaten Maros tersebut kemudian berbalik arah setelah melihat kecelakaan yang terjadi.

Saat itulah para pelaku diduga melancarkan serangan menggunakan parang dan busur terhadap para korban.

“Komplotan pengendara sepeda motor tersebut yang jumlahnya puluhan orang di duga berasal dari Kabupaten Maros, memutar arah setelah melihat terjadi kecelakaan, lalu menyerang menggunakan parang dan busur yang mengenai korban M.A.M mengakibatkan meninggal dan korban M.F.SM mengakibatkan mengalami luka serius,” jelas AKP Jafar Achmad.

BACA JUGA :  Bocah di Makassar Ditebas Geng Motor, Polisi Tangkap Satu Pelaku di Ablam

Usai kejadian, jenazah M.A.M dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan forensik berupa visum dan autopsi.

Sementara korban M.F.SM mendapatkan perawatan intensif di RS dr. Tadjuddin Chalid akibat luka yang dideritanya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu para pelaku yang terlibat dalam penyerangan tersebut.

Polisi juga terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap identitas seluruh anggota komplotan yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan berat tersebut.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Aksi Jilid II Rakyat Nusantara Ricuh di Kolaka, Polisi Diduga Pukuli Demonstran
Klaim 2015 Gibran “Kuliah di Singapura, Bukan Australia” Bentrok Data KPU
Denny Desak MK Tegakkan Konstitusi, Klaim Gibran Tak Memiliki Ijazah SMA
Feri Amsari Sindir Rocky Gerung Lewat Video Lama Janji Penolakan Jabatan
Proyek Jalan Rp46 M di Lutra Diduga Pakai Material Ilegal, PPK-DPRD Masa Bodoh
Tambang Bermasalah di Gowa Terus Eksis, Janji Penindakan Tipidter Sekadar Bual?
Kritikus Akal Sehat Rocky Gerung Dilantik Prabowo, Netizen : Si Paling “Dungu” Takluk
Lapas Sultan Pondok Bambu Terendus, Praktik Jual Beli Fasilitas Sel Terkuak

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 02:15 WITA

Aksi Jilid II Rakyat Nusantara Ricuh di Kolaka, Polisi Diduga Pukuli Demonstran

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:15 WITA

Klaim 2015 Gibran “Kuliah di Singapura, Bukan Australia” Bentrok Data KPU

Minggu, 4 Oktober 2026 - 01:48 WITA

Denny Desak MK Tegakkan Konstitusi, Klaim Gibran Tak Memiliki Ijazah SMA

Minggu, 4 Oktober 2026 - 01:01 WITA

Feri Amsari Sindir Rocky Gerung Lewat Video Lama Janji Penolakan Jabatan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:14 WITA

Proyek Jalan Rp46 M di Lutra Diduga Pakai Material Ilegal, PPK-DPRD Masa Bodoh

Berita Terbaru