Riyadh Membara Diserang Houthi, 53 Jemaah Umrah Makassar Gagal Berangkat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:56 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Riyadh Membara Diserang Houthi, 53 Jemaah Umrah Makassar Gagal Berangkat

Suasana bandara di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Sebanyak 53 calon jemaah umrah asal Makassar dilaporkan tertunda keberangkatannya akibat pembatalan penerbangan lanjutan menuju Madinah. (Visual AI)

Zonafaktualnews.com – Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah merembet hingga ke kawasan Indonesia timur.

Sebanyak 53 calon jemaah umrah asal Sulawesi Selatan gagal melangkah ke Tanah Suci akibat kekacauan penerbangan internasional.

Kondisi mencekam melanda Bandara Internasional King Khalid di Riyadh usai dihantam serangan rudal kelompok Houthi pada Kamis (8/10/2026).

Ledakan hebat yang memicu kebakaran besar tersebut memaksa otoritas setempat menghentikan total seluruh operasional bandara.

Dampak domino dari peristiwa itu membuat penerbangan menuju Arab Saudi dibatalkan serentak oleh pihak maskapai.

 Imbasnya, puluhan jemaah yang sudah memadati Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, tertahan pada Senin (12/10/2026).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Ikbal Ismail, membenarkan situasi yang menimpa puluhan jemaah tersebut.

Pembatalan penerbangan murni dipicu oleh memanasnya situasi keamanan di Arab Saudi.

BACA JUGA :  Passobis Modus Loker Palsu di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Dicokok

“Jemaah terlantar, dampak dari eskalasi politik Saudi, penerbangan dibatalkan,” ujar Ikbal Ismail kepada wartawan, Senin (12/10/2026).

Menerima laporan darurat tersebut, Kanwil Kemenhaj Sulsel langsung menerjunkan tim khusus ke lokasi untuk mendata para jemaah.

Ikbal mendesak pihak agen travel mengambil langkah cepat guna meredam kecemasan rombongan di lapangan.

“Saya berharap para jemaah, terutama para pemimpin rombongan, dapat menenangkan jemaah mereka karena ini demi keselamatan para jemaah itu sendiri,” katanya.

Ia menegaskan bahwa penghentian rute menuju Riyadh merupakan keputusan luar biasa yang tidak dapat dihindari.

Ke depan, pengelola biro perjalanan imbau lebih responsif membaca situasi politik di negara tujuan sebelum memobilisasi rombongan.

“Karena ini faktor post major ya, pemberhentian di Saudi. Ke depan pimpinan travel harus pandai melihat kondisi politik di Saudi untuk memperlakukan jemaah umrahnya,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Israel Luncurkan Serangan Udara Massal ke Palestina, Yaman, Lebanon, dan Suriah

Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengonfirmasi bahwa 53 jemaah yang tertahan merupakan rombongan dari travel Mudah Menuju Baitullah.

Mereka terpaksa batal terbang setelah penerbangan lanjutan Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur–Madinah resmi dibatalkan.

“Menanggapi video yang beredar mengenai penundaan perjalanan umrah, dapat kami sampaikan bahwa penerbangan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar-Kuala Lumpur tetap beroperasi dengan total 30 penumpang reguler,” kata Ruly dalam keterangan resminya, Senin (12/10).

Ruly menjelaskan bahwa dari total 83 calon penumpang yang terjadwal, armada Malaysia Airlines MH846 hanya mengangkut 30 penumpang umum menuju Malaysia. Sedang seluruh jemaah umrah ditahan keberangkatannya demi keselamatan.

BACA JUGA :  Tawaran Dialog Trump Ditolak, Iran : “Kami Tak Bicara dengan Setan di Ramadan”

“Dari total 83 penumpang yang direncanakan melakukan perjalanan, hanya 30 penumpang reguler yang diberangkatkan menuju Kuala Lumpur. Sementara itu, 53 calon jemaah umrah mengalami penundaan keberangkatan,” tegasnya.

Pada hari tersebut, memang tidak tersedia rute penerbangan langsung menuju Madinah maupun Jeddah dari Bandara Sultan Hasanuddin.

Pihak manajemen bandara kini terus berkoordinasi intensif dengan maskapai dan instansi terkait untuk memantau pemulihan jalur udara.

Ruly juga mengingatkan jemaah beserta keluarga agar rutin berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan maskapai terkait penyesuaian jadwal.

Masyarakat diminta menyaring informasi dan hanya memegang rilis resmi otoritas berwenang.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

KKB Serang Pekerja Sembako di Dekai, Warga Makassar Tewas Kena Sangkur
Serangan Houthi dan Data Inflasi AS Rontokkan IHSG Hingga 2,59 Persen
Modus Calo Kedokteran, Dosen Wanita di Makassar Penipu Rp550 Juta Diciduk
Polisi Tepis Isu ‘Bermain’, 1.900 Liter Solar Ditemukan di Rumah Kosong Bulukumba
Pasokan Elpiji Diputus Agen 4 Bulan, Pangkalan di Takalar Ngaku Diancam
Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Pilot Saudia Airlines dan 3 Warga Tewas
Cabor Jeneponto Menjerit! Dana Porprov Rp590 Juta Diduga Diatur Oknum KONI
Kosmetik Merkuri Firfin Glowing hingga RD Viral Disikat, Owner NF Ditahan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WITA

KKB Serang Pekerja Sembako di Dekai, Warga Makassar Tewas Kena Sangkur

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Serangan Houthi dan Data Inflasi AS Rontokkan IHSG Hingga 2,59 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Modus Calo Kedokteran, Dosen Wanita di Makassar Penipu Rp550 Juta Diciduk

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:41 WITA

Polisi Tepis Isu ‘Bermain’, 1.900 Liter Solar Ditemukan di Rumah Kosong Bulukumba

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Pasokan Elpiji Diputus Agen 4 Bulan, Pangkalan di Takalar Ngaku Diancam

Berita Terbaru