Jokowi Pamer Pujian Media Asing, Pas Dicek Isinya Bahas MK dan Gibran

Kamis, 30 November 2023 - 12:33 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Jokowi Pamer Pujian Media Asing, Pas Dicek Isinya Bahas MK dan Gibran

Jokowi Pamer Pujian Media Asing, Pas Dicek Isinya Bahas MK dan Gibran

Zonafaktualnews.com – Presiden Jokowi pamer fotonya terpampang besar di sebuah koran berbahasa Inggris.

“Indonesia Builds Superpower Dreams”. Begitu judul besar artikel sehalaman penuh Financial Times edisi Kamis 16 Novermber 2023 yang saya baca ini.

Dengan bangga, Jokowi  mengatakan bahwa koran tersebut menuliskan tentang proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan IKN.

“Surat kabar harian bisnis ini menuliskan mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, ibu kota negara Nusantara, posisi Indonesia dalam rivalitas antara negara besar saat ini, hingga situasi politik dalam negeri,” bunyi keterengan Jokowi di akun Twitternya.

Namun ironinya, foto koran Financial Times yang dibagikan Presiden Jokowi langsung mendapatkan sorotan tajam.

Pasalnya, isi artikel itu juga mengkritisi pemerintahan sang presiden. Mulai dari korupsi hingga putusan Mahkamah Konstitusi yang melenggangkan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai cawapres 2024.

BACA JUGA :  Megawati dan Paloh Gelar Pertemuan Rahasia untuk Jegal Jokowi

Seorang warganet mempertanyakan apakah Presiden Jokowi kelewat berani, atau tidak membaca artikel itu keseluruhan.

Terlebih lagi, orang nomor satu di Indonesia itu secara percaya diri memamerkan artikel yang berisi kritik ke pemerintahannya.

“Whoa, this is bold. Ditweet akun resmi presiden padahal artikelnya juga bahas: (1) Keraguan soal IKN. (2) Pertumbuhan ekonomi meleset. (3) KKN dan Mahkamah Keluarga. Bahkan penutupnya kasih tanda tanya besar apakah IKN bisa menjawab skeptisme publik atau jadi ‘gajah putih di tengah hutan’,” papar seorang warganet di Twitter.

BACA JUGA :  Prabowo Terancam Gagal Bertarung di Pilpres 2024

Sebagai informasi, peribahasa ‘gajah putih di tengah hutan” yang tertulis di tubuh artikel tentu merupakan bentuk kritikan.

https://twitter.com/Linusvpd/status/1729712642141351954?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1729712642141351954%7Ctwgr%5E95b202c67681117ac393bda4d62bcb620220b65f%7Ctwcon%5Es1_c10&ref_url=https%3A%2F%2Fpublish.twitter.com%2F%3Furl%3Dhttps%3A%2F%2Ftwitter.com%2FLinusvpd%2Fstatus%2F1729712642141351954

Pasalnya, idiom itu memiliki makna sesuatu yang tidak bisa dibuang oleh pemiliknya, tetapi biaya pemeliharaannya sangat mahal dan tidak sebanding dengan fungsinya.

Penggunaan idiom itu sendiri digunakan oleh Financial Times dalam mengkritisi ambisi pemerintahan Presiden Jokowi membangun IKN Nusantara hingga jor-joran membangun insfrastruktur.

Warganet lain juga mengaku melakukan zoom terhadap foto yang dibagikan Presiden Jokowi. Hasilnya, mereka bisa membaca dengan jelas isi artikel yang mempertanyakan kasus korupsi dengan membahas nama Gibran.

BACA JUGA :  Kaesang Terpilih Lagi, Pengamat Sebut PSI Jadi Wajah Dinasti Politik Jokowi

“Kalau di zoom pun masih bisa dibaca ini ada questions over corruption (pertanyaan atas korupsi) yang bahas soal Gibran,” tulis warganet lain dengan emoji menangis.

“Soalnya pak presiden suka judulnya, fotonya pakai foto presiden pula,” sindir warganet.

“Beliau gak baca artikelnya, kita bersama bisa paham. Ini tim medsosnya jahat-jahat bener,” tambah yang lain.

“Kalau dilihat secara positif sih artinya Presiden kita Indonesia banget, baca judulnya aja dan langsung ambil kesimpulan dari judul, tak jarang malah nge-click berita dengan judul clickbait,” kritik warganet.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
Letkol Arman Ditahan Buntut Rumah Dinas TNI di Cijantung Jadi Markas Judol
Karhutla Tak Ditetapkan Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut RI Masih Sanggup
2 Kali Ngumpet dari Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa
Indonesia Terancam Digugat Malaysia, Imbas Kabut Asap Karhutla Makin Parah
Pengamat Peringatkan Risiko “People Power Di-Nepal-kan” Jika Gibran Tak Mundur
Minta Gibran Lengser, Rocky Bak Kerbau Dicocok Hidungnya Usai Disemprot Bakom