Zonafaktualnews.com – Keputusan Rocky Gerung merapat ke lingkaran kekuasaan sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) era Prabowo Subianto memicu gelombang reaksi keras.
Suara-suara bernada sindiran datang bergulir, salah satunya dari aktivis yang selama ini dikenal vokal, Feri Amsari.
Lewat lini masa akun media sosial pribadinya, Feri memutar kembali rekaman percakapan lawas yang melibatkan dirinya dan Rocky.
Dalam klip tersebut, Feri tampak menggali pandangan sang pengamat mengenai peluang masuk ke dalam sistem pemerintahan.
Dalam potongan tayangan itu, Feri melempar pertanyaan pancingan kepada sang kolega.
”Kalau tiba-tiba memang panggilan untuk mengabdi itu datang,” ucap Feri dalam video tersebut, Sabtu (3/10/2026).
Tanpa ragu, Rocky kala itu memberikan respons lugas yang kini ramai diperbincangkan kembali oleh publik.
”Saya bilang kalau tawaran itu datang, saya akan dengan cara seksama dalam tempo sesingkat-singkatnya menolak,” jawab Rocky.
Jejak digital tersebut langsung memantik reaksi dari netizen dan sejumlah akun lain. Mereka kompak menyayangkan sikap inkonsistensi Rocky yang dulunya konsisten menjadi oposisi, namun kini justru memilih duduk di kursi Istana.
Sebagai catatan, Rocky Gerung resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026). Perubahan haluan politik ini praktis menyedot perhatian khalayak luas.
Kendati demikian, Rocky berupaya meluruskan posisinya selepas pengangkatan tersebut.
Rocky menegaskan bahwa tugasnya di lembaga penasihat presiden bukan sekadar melontarkan kritik semata, melainkan mengawal substansi kebijakan negara.
Bagi Rocky, Wantimpres memegang peranan etis yang krusial untuk mengevaluasi berbagai aturan yang dikeluarkan pemerintah dari sudut pandang yang lebih luas dan objektif.
”Pesan khusus diberikan Pak Pres bahwa dewan pertimbangan punya kedudukan etis, kemampuan untuk melihat kebijakan dan memberikan pertimbangan soal arah, adalah fungsi normatif dari dewan,” kata Rocky.
Rocky juga menekankan pentingnya kapasitas perenungan yang mendalam bagi setiap anggota dewan.
Hal ini mutlak diperlukan agar lembaga tersebut mampu memetakan tantangan masa depan bangsa secara komprehensif.
Lebih jauh, Rocky menilai bahwa pengabdiannya menuntut kepekaan tinggi terhadap dinamika serta opini yang berkembang di tengah masyarakat luas.
Dirinya percaya bahwa tugas utama seorang penasihat adalah menjembatani kesenjangan informasi antara penguasa dan rakyat.
”Karena ini urusan publik, maka keahlian diperlukan, dan paling penting menunjukkan apa yang salah dalam persepsi publik terhadap kekuasaan dan bagaimana diolah menjadi positif untuk negeri,” ujarnya.
Editor : Id Amor




















