Usai Cari Sensasi, Politisi PSI Cabut Ucapan Jokowi Layak Jadi Nabi

Jumat, 13 Juni 2025 - 02:23 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Usai Cari Sensasi, Politisi PSI Cabut Ucapan Jokowi Layak Jadi Nabi

Politisi PSI, Dedy Nur Palakka bersama dengan sosok yang disebut layak jadi nabi

Zonafaktualnews.com – Politisi PSI, Dedy Nur Palakka, akhirnya meminta maaf dan mencabut pernyataan yang sempat menyebut Jokowi sebagai sosok yang “layak menjadi nabi”.

Ucapan itu menuai kecaman luas karena dinilai melukai sensitivitas keagamaan dan menimbulkan keresahan publik.

Dalam klarifikasi yang disampaikan melalui akun media sosial pribadinya, Dedy menegaskan bahwa pernyataan tersebut adalah pandangan pribadi, bukan representasi resmi dari PSI.

“Pernyataan itu sepenuhnya opini pribadi saya dan tidak mewakili sikap kelembagaan PSI,” tulis Dedy, Kamis, 12 Juni 2025.

Dedy mengaku telah menerima teguran dari DPW PSI Bali sebagai bentuk tanggung jawab organisasi atas pernyataan yang dinilai melampaui batas.

BACA JUGA :  Mahasiswa Bergerak, Makzulkan Jokowi, Tolak Pemilu Curang

Ia menyadari bahwa ucapannya bisa menimbulkan salah tafsir dan konflik yang tidak perlu di ruang publik.

“Dengan kesadaran penuh, saya mencabut pernyataan tersebut demi menjaga iklim dialog yang sehat, terbuka, dan tidak menyinggung nilai-nilai keagamaan,” lanjutnya.

Dedy juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat, khususnya umat beragama yang merasa tersinggung atas ucapannya.

“Saya menyampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya kepada seluruh masyarakat, umat beragama, dan siapa pun yang merasa terganggu,” ujarnya.

Ia menyatakan akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan opini publik ke depannya, serta berkomitmen menjaga etika dalam berpolitik dan berdiskusi.

BACA JUGA :  Jokowi Larang Pejabat hingga ASN Buka Puasa Bersama

“Terima kasih atas kritik dan masukan dari berbagai pihak. Ini menjadi pelajaran penting bagi saya pribadi,” pungkasnya.

Diketahui, Dedy Nur Palakka sebelumnya menulis pernyataan di akun X miliknya yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sebagai sosok yang telah memenuhi syarat untuk menjadi nabi.

Ucapan itu ia sampaikan sebagai bentuk pujian terhadap kepribadian Jokowi yang menurutnya rendah hati, dekat dengan rakyat, dan selalu tersenyum.

Namun, pernyataan tersebut menuai gelombang kecaman di media sosial. Banyak pihak menilai ucapan itu sebagai bentuk glorifikasi berlebihan, bahkan berpotensi dianggap sebagai penistaan agama karena menyamakan manusia biasa dengan nabi.

BACA JUGA :  Bareskrim Periksa 50 Orang Saksi Soal Kasus Hoax Rocky Gerung

Kontroversi makin memanas setelah jejak digital Dedy terungkap, menunjukkan sejumlah unggahan lama yang dinilai meragukan aspek fundamental dalam ajaran Islam. Hal itu memicu pertanyaan publik mengenai integritas keagamaannya.

Setelah badai kritik dan teguran internal, Dedy kini mencabut pernyataannya dan menyampaikan permintaan maaf.

Meski demikian, sorotan terhadap dirinya belum mereda. PSI pusat pun belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah lanjutan terhadap kadernya itu.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Bisnis Tambang Ilegal di Bontonompo Gowa Berjalan Mulus, Siapa yang Beri Restu?
Kejati Sulsel Diduga Kangkangi SE JamPIDUM, Suradi Siapkan Aduan ke Jamwas
Tak Jelas Usut Dugaan Korupsi KONI Rp15 M, Kejari Makassar Diseret ke Jamwas
Spill Tipis-tipis Isu Selingkuh Bupati-Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Dipolisikan
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
GRH Sulsel Minta Polri Jangan Cuma Tangkap Kurir, Sikat dan Miskinkan Bandar Sabu
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
AHY Berpeluang Besar Menggantikan Wapres Gibran Bila Tergeser dari Istana