Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Pilot Saudia Airlines dan 3 Warga Tewas

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:47 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Pilot Saudia Airlines dan 3 Warga Tewas

Dampak serangan rudal Houthi di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Kamis (8/10/2026). Api membubung tinggi dari sebuah bangunan terminal, sementara asap hitam pekat mengepul ke udara. (Foto :Ist)

Zonafaktualnews.com – Eskalasi militer di Timur Tengah kembali memanas setelah serangkaian serangan menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Insiden maut ini menelan korban jiwa, termasuk pilot maskapai nasional Saudi.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan dua ledakan terjadi di area bandara pada Kamis (8/10/2026).

Gempuran pertama menyasar fasilitas utama, sementara hantaman kedua telak mengenai pesawat komersial milik Saudia Airlines.

Melalui platform X, otoritas penerbangan mengonfirmasi jatuhnya korban tewas.

“Serangan-serangan itu mengakibatkan gugurnya tiga warga negara Saudi,” tulis pernyataan resmi tersebut, dikutip dari Reuters dan AFP, Jumat (9/10/2026).

Selain korban jiwa, sejumlah orang menderita luka-luka dengan tingkat keparahan beragam disertai kerusakan material yang cukup parah.

Dalam keterangan terpisah, Saudia Airlines membenarkan salah satu awak kokpitnya gugur akibat insiden tersebut. Pesawat komersial milik mereka juga mengalami kerusakan berat.

BACA JUGA :  Patung "Wanita Biru" di Gurun Madinah Bikin Heboh, Karya Yahudi Dikritik

“Dengan kesedihan mendalam, Saudia mengumumkan meninggalnya Kapten Hamoud Ali Alkalthami,” demikian pernyataan pihak maskapai.

Meski sempat lumpuh dan mencekam, Otoritas Penerbangan Sipil memastikan operasional Bandara King Khalid kini telah berangsur normal.

Di sisi lain, militer Saudi belum secara terbuka menuding pihak tertentu. Namun, kelompok Houthi di Yaman dengan cepat mengklaim sebagai dalang di balik serangan mematikan itu.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan pihaknya mengerahkan dua rudal jelajah ke bandara Riyadh.

Mereka juga mengaku meluncurkan proyektil serupa ke bandara Najran dan pangkalan udara Khamis Mushait. Hingga kini, klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.

Dampak serangan tidak hanya terbatas di area penerbangan sipil. Sistem pertahanan udara Saudi yang aktif mencegat rudal balistik turut menjatuhkan serpihan berbahaya di kawasan permukiman.

Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan puing-puing rudal menghantam sebuah kompleks taman kanak-kanak dan klinik medis di Riyadh.

BACA JUGA :  Raja Salman Murka, Arab Saudi Kutuk Keras Zionis Israel

“Fragmen rudal jatuh di Riyadh setelah sebuah rudal balistik dicegat, menyebabkan kerusakan material pada kompleks taman kanak-kanak dan klinik medis,” sebut laporan Badan Pertahanan Sipil di X. Belum ada rilis resmi mengenai potensi korban jiwa di lokasi jatuhnya serpihan tersebut.

Di tengah situasi yang meruncing, kelompok Houthi melayangkan ancaman terbuka terhadap Pakistan dan Turki. Mereka mendesak kedua negara agar tidak ikut campur dalam aliansi militer pimpinan Saudi.

Peringatan itu disampaikan anggota biro politik Houthi, Hizam Al-Asad, melalui kantor berita RIA Novosti yang dikutip Middle East Monitor.

“Kami berharap pemerintah Pakistan dan Turki menahan diri untuk tidak berpartisipasi dalam agresi oleh musuh Saudi dan pengepungan terhadap negara kami, yang telah berlangsung selama lebih dari 11 tahun dan mengakibatkan puluhan ribu kematian,” ujar Al-Asad.

BACA JUGA :  Arab Saudi Rayakan Idul Fitri 30 Maret, Indonesia Tetapkan 31 Maret

Sinyal intervensi ini muncul menyusul langkah strategis Ankara dan Islamabad yang mendekati kesepakatan pertahanan bersama dengan Riyadh.

Ketiga negara dikabarkan mengimplementasikan Pakta Pertahanan Mekkah pada awal Oktober 2026, yang mencakup pengerahan pasukan guna memperkuat perisai keamanan Saudi.

Memanasnya situasi ibu kota tidak dapat dilepaskan dari kembalinya pertempuran darat di Yaman sejak Juli 2026.

Operasi militer “Fajar Yaman” yang dilancarkan pasukan pemerintah, dibarengi gempuran udara koalisi Saudi, mendorong Houthi melancarkan serangan balasan lintas batas.

Jika eskalasi lintas wilayah ini terus berlanjut dan melibatkan kekuatan militer luar, konflik Yaman dikhawatirkan bakal terseret menjadi konfrontasi regional yang jauh lebih luas.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Modus Calo Kedokteran, Dosen Wanita di Makassar Penipu Rp550 Juta Diciduk
Polisi Tepis Isu ‘Bermain’, 1.900 Liter Solar Ditemukan di Rumah Kosong Bulukumba
Pasokan Elpiji Diputus Agen 4 Bulan, Pangkalan di Takalar Ngaku Diancam
Cabor Jeneponto Menjerit! Dana Porprov Rp590 Juta Diduga Diatur Oknum KONI
Kosmetik Merkuri Firfin Glowing hingga RD Viral Disikat, Owner NF Ditahan
Putusan MK Buka Jalan Pemakzulan, Denny Dorong DPR Impeachment Gibran
Putusan MK Gagal Puaskan Publik, Prof Henri Sentil Polemik Ijazah Jokowi
Mahfud MD Sebut Wantimpres Lembaga Tak Berguna, Ruang Bicara Terkekang

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Modus Calo Kedokteran, Dosen Wanita di Makassar Penipu Rp550 Juta Diciduk

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:41 WITA

Polisi Tepis Isu ‘Bermain’, 1.900 Liter Solar Ditemukan di Rumah Kosong Bulukumba

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Pasokan Elpiji Diputus Agen 4 Bulan, Pangkalan di Takalar Ngaku Diancam

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:41 WITA

Cabor Jeneponto Menjerit! Dana Porprov Rp590 Juta Diduga Diatur Oknum KONI

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:08 WITA

Kosmetik Merkuri Firfin Glowing hingga RD Viral Disikat, Owner NF Ditahan

Berita Terbaru